Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jurus Nurdin Halid siapkan wisata berkelas dunia di Sulsel

Jurus Nurdin Halid siapkan wisata berkelas dunia di Sulsel Nurdin Halid. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Bakal calon Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Halid (NH) berkomitmen membangun sektor wisata daerahnya bertaraf internasional. Pesona dan keindahan alam yang terbentang diharapkan jadi modal besar dalam menunjang perekonomian daerah.

Hampir semua dari 24 kabupaten/kota di Sulsel diketahui memiliki destinasi wisata. Mulai dari wisata bahari hingga wisata budaya dan religi. Ironisnya, potensi besar tersebut belum dikelola dengan baik. Termasuk keberadaan infrastruktur penunjang yang masih jauh tertinggal.

Bersama Aziz Qahhar Mudzakkar, NH menawarkan program pembangunan wisata secara komprehensif. Beragam potensi di pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia akan dieksplorasi.

Tujuannya satu, menjadikan wisata Sulsel berkelas dunia. Implikasinya diharapkan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

NH-Aziz sudah memetakan rancang bangun destinasi wisata berkelas dunia pada beberapa daerah di Sulsel. Di antaranya yakni Toraja, Selayar, Bulukumba dan Maros. Upaya membangun destinasi wisata bertaraf internasional dibarengi dengan perbaikan infrastruktur. Tidak kalah penting dan dinantikan adalah terciptanya lapangan kerja yang luas di daerah-daerah.

NH menegaskan upaya membangun wisata Sulsel berkelas dunia bukanlah hal mustahil. Kata dia, peluang itu ada di depan mata, tinggal mengoptimalkan segala sumber daya. Sulsel dengan beragam potensi wisata ibarat surga yang tersembunyi. Wisata bahari misalnya ada di Bulukumba dan Selayar, yang tidak kalah eksotis dari Bali. Lalu, wisata religi dan budaya ada di Toraja.

Ketua Koordinator Bidang Pratama Golkar itu mengatakan siap mengembangkan dan mempromosikan sederet destinasi wisata itu ke pentas dunia. Kiblat pariwisata di Indonesia tidak boleh hanya bertumpu di Bali.

"Bukan hanya Bali yang bisa jadi pusat wisata, tapi juga Selayar. Lalu ada pula Toraja," ujar NH, Selasa (6/2).

Sayangnya, infrastruktur menuju Selayar dan Toraja masih jauh tertinggal. Akses ke Selayar misalnya, dari Makassar harus melalui perjalanan darat dilanjutkan kapal laut. Sedangkan untuk ke Toraja, butuh waktu sampai delapan jam menggunakan bus. Menurut NH, perjalanan panjang itu sangat melelahkan dan menjadi pertimbangan turis.

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia itu berpendapat sejatinya mesti ada bandara bertaraf internasional di pusat destinasi wisata atau minimal di daerah sekitarnya. Untuk itu, NH-Aziz juga memprogramkan pengembangan fasilitas sejumlah bandara. Di antaranya yakni bandara di Luwu, Bone, Toraja dan Selayar.

"Wisata di Selayar, Bulukumba dan Toraja sangat indah. Tapi, akses menuju ke sana terbilang jauh. Misalnya Toraja butuh waktu enam sampai delapan jam. Kalau ke sana bukan keindahan yang dinikmati, tapi malah kecapean yang didapat. Sudah saatnya ada bandara representatif, itu pasti menarik minat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara," tutup dia. (mdk/hrs)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP