Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jupe: Seksi versi film horor sensual tapi tak vulgar

Jupe: Seksi versi film horor sensual tapi tak vulgar Julia Perez. merdeka.com/kapanlagi.com

Merdeka.com - Berlakon di film horor menjadi tantangan tersendiri buat para artis Indonesia. Hal itu pula lah yang menjadi alasan artis seksi Julia Perez mencoba peruntungannya dari dunia tarik suara ke dunia akting.

Berbicara film horor di Indonesia, pertanyaan yang muncul adalah kenapa adegan syur yang diumbar terlalu banyak hingga menghilangkan esensi film sendiri? Menurut wanita yang memiliki nama asli Yulia Rahmawati ini, mengumbar sensualitas dalam sebuah film horor itu sah-sah saja selama tidak vulgar.

"Aku salah satu artis yang biasa main horor, agak seksi tapi tetap nggak mau vulgar," kata Jupe saat berbincang santai dengan merdeka.com melalui telepon, Minggu (29/4).

Menurut janda Demian Perez ini, sensualitas itu bisa ditampilkan dengan cara yang elegen. Salah satunya dengan tehnik pengambilan gambar yang baik oleh mereka yang profesional.

"Buat aku, sensualitias itu dengan keindahan tubuhnya yang dibalut dengan cara pengambilan gambar oleh sutradara dikemas dengan bagus itu lebih dari cukup. Jadi jangan terlalu yang aneh-aneh itu nggak perlu," beber Jupe.

"Seksi itu harus tetap elegan dan sensual dan nggak harus yang over expose," tambah mantan kekasih pesepak bola Gaston Castanyo ini.

Jupe sendiri mengaku pilihannya terjun ke dunia film bergenre horor suatu ketidaksengajaan. Film horor yang pertama kali ia bintangi berjudul 'Beranak Dalam Kubur' yang diproduksi tahun 2007, di mana Jupe menjadi pemeran utamanya

"Jadi sebenernya aku nggak pernah memutuskan harus bermain di film horor, tapi ke sini-sini banyak tawaran ke horor, ternyata eh ternyata mereka tuh kangen sama sosok wanita yang bisa bermain bagus di film horor, nah disitu lah rezeki ku," ucapnya antusias.

Jupe tak menampik, honornya yang dia peroleh dari film horor memang jauh lebih besar jika dibandingkan serial drama. Jika di serial drama Jupe hanya dibayar Rp 300 juta, kalau dihoror bisa dua kali lipat atau lebih kurang Rp 600 juta.

"Jadi itu kan hal yang positif yah, ada peningkatan tandanya," tutur wanita kelahiran tahun 1980 an ini.

Jupe juga punya pengalaman-pengalaman aneh saat menjalani syuting film horor. Walau bukan pribadi yang pemberani, Jupe mengaku berusaha tak panik jika dihadapkan dengan hal-hal yang menggangu ketenangannya.

"Aku salat dan ngaji karena segala sesuatu itu berdasarkan keyakinan. Jadi kalau ada hal-hal mistis kaya gitu semua itu atas keindahan Allah dan atas kekuasan Allah, kalau ada hal hal mistis nggak usah terlalu takut santai saja," ucap wanita berambut panjang ini santi

Jupe berharap industri perfilman Indonesia terus bangkit dan menghasilkan karya-karya terbaiknya. Dia juga mendukung kerja Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia yang harus memotong beberapa bagian cerita agar film yang dihadirkan lebih mendidik dan cerdas.

"Aku seneng sekali dengan adanya pemotongan adegan yang dilakukan LSF. Kadang-kadang sebelum masuk LSF aku sudah meng-cut banyak adegan. Tapi keseluruhan aku bangga, kita seniman nggak boleh menghina karya orang lain. Buat saya apa pun itu, perfilman horor esek-esek ya harus menanggapinya dengan cara smart. Yang paling penting adalah move on dan tunjukan karya kita terbaik," tutup Jupe. (mdk/war)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP