Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi: Metode dakwah di media sosial efektif buat generasi milenial

Jokowi: Metode dakwah di media sosial efektif buat generasi milenial Presiden Jokowi kunjungi kantor PP Persis di Bandung. ©2017 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan metode dakwah lewat media sosial dinilai efektif buat generasi milenial. Hal itu ia ungkapkan saat menutup Konferensi Internasional dan Multaqa IV Alumni Al-Azhar untuk Indonesia dengan tema Moderasi Islam: Dimensi dan Orientasi di Kompleks Islamic Centre NTB, Mataram.

"Saya kira ke depan metode-metode dengan menggunakan dakwah di media sosial akan sangat efektif terutama untuk generasi milenial anak muda yang mau tidak mau harus kita rangkul dengan dakwah-dakwah yang kita sampaikan," ujar Jokowi, Kamis (19/10), seperti diberitakan Antara.

"Karena kalau tidak kita rangkul, yang merangkul adalah orang lain. Kalau yang merangkul bener tidak apa-apa, tapi kalau keliru? Ini kewajiban kita bersama dalam membangun visi ke depan, dakwah untuk generasi milenial agar moderasi Islam, toleransi betul-betul dipahami secara betul dan benar oleh anak-anak muda kita," tutur Jokowi.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga mendukung moderasi Islam yang dibahas oleh para alumni Al-Azhar dalam Konferensi Internasional dan Multaqa Nasional IV Alumni Al-Azhar Indonesia tersebut.

"Kenapa saya hadir khusus menghadiri muktamar Al-Azhar di sini, karena saya tahu Al Azhar adalah institusi besar dengan pemikiran-pemikiran besar. Saya dukung sekali tema muktamar konferensi kali ini yaitu mengenai moderasi Islam dan toleransi Islam," ujarnya.

Turut mendampingi Jokowi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua Alumni Al-Azhar untuk Indonesia Profesor Quraish Shihab, Wakil Ketua Umum Prof Muhammad Abdul Fadhiel El-Qoushi, Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Haji Muhammad Zainul Majdi yang juga merupakan alumnus Al-Azhar.

"Ke depan mohon maaf, dunia global sekarang sudah berubah total, sudah berubah, sekarang dengan adanya media sosial, dengan adanya 'e-commerce', 'digital economy', semua sangat dimudahkan tapi ini hati-hati kalau tidak kita saring, kita 'screeening' akan sangat berbahaya sekali dalam mempengaruhi karakter bangsa," katanya.

Selain itu, Jokowi menilai para santri dapat dipengaruhi nilai-nilai keislamannya melalui internet dan media sosial.

"Bisa berdakwah lewat media sosial, tinggal membuka youtube, semua ada di sana. Pertanyaan saya, siapa yang menyaring? siapa yang 'screening' bahwa yang disampaikan itu benar, bukan pendapat pribadi, bukan tafsir pribadi? Karena sekarang ini banyak sekali saya lihat ada fenomena yang gampang sekali mengkafirkan orang," tegasnya.

Ia pun berharap agar alumni Al-Azhar membangun ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan dalam ikatan kebangsaan) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama umat manusia).

"Karena itu yang diperlukan negara ini dalam mengejar ketertinggalan dengan negara-negara lain. (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP