Jokowi Kesal Karhutla Terus Terjadi: Kita Lalai Lagi

Senin, 16 September 2019 20:21 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Jokowi Kesal Karhutla Terus Terjadi: Kita Lalai Lagi Jokowi tinjau kebakaran hutan Ogan Komering Ilir. ©AFP PHOTO/Istana Presiden

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas dengan jajarannya membahas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Hotel Novotel, Pekanbaru, Riau, Senin (16/9). Jokowi tampak kesal, Karhutla terus terjadi berulang kali setiap tahun.

Jokowi menekankan, pencegahan kebakaran hutan penting dilakukan. Terlebih jajaran TNI dan Polri punya instrumen untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan terjadi di daerah masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Jokowi meminta laporan singkat kepada seluruh menteri dan jajaran pejabat yang hadir untuk mengetahui kondisi terkini. Dia tampak kesal, karena mestinya rapat ini tak perlu dilakukan, apabila pencegahan bisa maksimal diterapkan.

"Saya minta laporan singkat saja, karena kita tahu setiap tahun sebetulnya sudah enggak perlu lagi seperti ini," kata Jokowi dengan wajah masam.

Hadir dalam rapat itu Menko Polhukam Wiranto, Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menteri KLHK Siti Nurbaya, Menteri PU PR Basuki Hadimuljono, Panglima TNI Hadi Tjahjanto serta Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Otomatis menjelang musim kemarau harus sudah siap sebetulnya, itu saja, tapi ini kita lalai lagi!" kata Jokowi.

1 dari 1 halaman

Riau Status Siaga Darurat

Jokowi menilai, penanganan peristiwa ini berjalan lambat sehingga menyebar ke provinsi lain dan negara tetangga.

"Provinsi Riau telah dinyatakan berstatus siaga darurat, luas yang terbakar sudah puluhan ribu hektare," kata Jokowi.

Kabut asap pekat sudah mengganggu aktivitas. Sekolah dan perkuliahan diliburkan, penerbangan juga banyak dibatalkan. Warga juga mulai terjangkit penyakit.

"Jangan sampai ini ganggu aktivitas penerbangan yang berimbas pada aktivitas ekonomi di Riau. Kita tidak harapkan," tuturnya.

Data Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), kebakaran terbesar yang terjadi di Riau mencapai 40 ribu hektare.

Udara di empat daerah Riau masuk kategori berbahaya untuk dihirup, yakni Kota Pekanbaru, Rokan Hilir, Dumai dan Siak. Sementara dua daerah lain yang dinyatakan tidak sehat yaitu Bengkalis dan Kampar. [rnd]

Baca juga:
Presiden Jokowi Tiba di Pekanbaru di Tengah Kabut Asap Kebakaran Hutan
Bos Bappenas Klaim Lokasi Ibu Kota Baru Terbebas dari Titik Api
Wiranto: Karhutla Masalah Darurat, Harus Bergerak Cepat
Janji-Janji Jokowi Bebaskan Indonesia dari Kebakaran Hutan Kini Ditagih Publik
Perjuangan TNI Padamkan Kebakaran Hutan Hingga Salat Beralas Daun
Dalam 4 Bulan, 60 Hektare Lebih Hutan di Ponorogo Terbakar

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini