'Jangan Sampai Bangsa Pecah Belah dengan Menggunakan Kemasan Agama'

Jumat, 12 Agustus 2022 19:46 Reporter : Eko Prasetya
'Jangan Sampai Bangsa Pecah Belah dengan Menggunakan Kemasan Agama' Perajin Garuda Pancasila. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Ketua Umum Pengurus Besar Mathlaul Anwar (PBMA) KH Embay Mulya Syarief mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia bahwa agama itu menyatukan, bukan memecah belah persatuan serta kesatuan.

"Sudah jelas bahwa Pancasila itu mengacu kepada beberapa ayat Alquran. Jangan sampai bangsa kita ini dipecah belah dengan menggunakan kemasan agama, karena agama itu menyatukan, bukan memecah belah," kata Embay Mulya Syarief dilansir Antara, di Jakarta, Jumat (12/8).

Dia mengatakan masyarakat sepatutnya jangan sampai terpecah karena narasi agama yang keliru, seperti membenturkan dengan Pancasila. Pancasila justru merangkul prinsip agama yang rahmat dan maslahat, seperti terkait dengan Islam, serta merangkul ayat Alquran.

Dia menyebutkan sila pertama Pancasila yang mengacu pada ayat Al-Quran ada pada Surat Al Ikhlas ayat 1 qul huwallahu ahad dan Surat Al Baqarah ayat 163 wa ilaahukum ilaahuw waahidun laa ilaaha Illa huwar rahmanurrahiim.

"Katakan Allah itu Esa. Esa dalam zat dan esa dalam sifat dan perbuatan. Tuhan kalian adalah Tuhan yang Esa. Tiada Tuhan selain Dia yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang," katanya.

Sila kedua, lanjutnya, kata adil dan adab merupakan bahasa Alquran. Selanjutnya, sila ketiga merupakan perintah agar umat manusia jangan terpecah belah.

"Dulu bangsa kita ini memiliki 200 kerajaan lebih dan hampir 400 tahun kita dijajah oleh Belanda karena kita tidak bersatu. Nah, ketika Allah menyatukan hati bangsa Indonesia, kita bersatu. Kita bisa merebut kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Kemudian, sila keempat, menurut Embay, kata hikmah serta permusyawaratan itu juga ada di dalam Al-Quran; sementara kata perwakilan termasuk sifat Allah SWT.

"Wakil itu artinya apa? Tempat sandaran. Silakan cari di kitab suci lain, pasti tidak ada. Sementara sila yang kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, ini menurut saya merupakan cita-cita dan sila kelima ini bisa terwujud kalau empat sila sebelumnya dijalankan," katanya.

Dengan demikian, dia menilai lima sila pada Pancasila tersebut merupakan kesepakatan atau konsensus nasional.

"Jadi, kelima sila itu semua merupakan kesepakatan dan Islam itu agama yang melarang kita untuk melanggar kesepakatan. Pancasila itu adalah kesepakatan konsensus nasional yang dicetuskan oleh para pendiri bangsa ini," ujarnya.

[eko]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pancasila
  3. Viral Hari Ini
  4. KILAS
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini