Istana Jelaskan Alasan Minta Kapolri Tanggalkan Tongkat Komando saat Dipanggil Jokowi

Pihak istana meminta barang-barang itu disimpan di dalam bus. Sehingga, pemeriksaan di Istana bisa berjalan cepat dan nyaman. Para polisi yang datang juga sudah negatif Covid-19.

Muhammad Genantan Saputra
Istana Jelaskan Alasan Minta Kapolri Tanggalkan Tongkat Komando saat Dipanggil Jokowi
Rombongan Kapolda dan Kapolres Tiba di Istana. ©2022 Merdeka.com

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjelaskan larangan membawa tongkat, topi maupun HP para Kapolri, Kapolda dan Kapolres seluruh Indonesia yang menghadap ke Presiden Joko Widodo hari ini, Jumat (14/10). Alasannya, tidak ada tempat untuk penyimpanan tongkat komando polisi itu.

"Ketika diskusi, di sini tidak ada tempat penyimpanan tongkat, tongkat jumlahnya banyak," kata Heru di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (14/10).

Heru menjelaskan, jika peralatan itu dibawa maka akan memperlama proses pemeriksaan di pintu masuk Istana. Selain itu, tidak ada khusus untuk menyimpan barang-barang itu.

"Kami minta tidak bawa HP lagi-lagi untuk kenyamanan bapak-bapak pejabat lingkungan Polri untuk bisa masuk istana dengan cepat karena jumlah 600 cukup banyak jadi tidak perlu bawa tongkat, HP dan topi kan topi perlu tempat juga," jelasnya.

Heru menyebut, pihak istana meminta barang-barang itu disimpan di dalam bus. Sehingga, pemeriksaan di Istana bisa berjalan cepat dan nyaman. Para polisi yang datang juga sudah negatif Covid-19.

"Tempat tongkat, HP kami minta ke panitia untuk semua 3 benda itu disimpan di bus masing-masing jadi begitu turun selesai, kita cek secara umum tidak covid, antre, tidak harus meletakkan topi, HP, tongkat di mana hanya simple kenyamanan tamu di istana," terang Heru.

Diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Istana Negara pada siang ini Jumat (14/10). Selain Kapolri, para pejabat utama Mabes Polri, seluruh Kapolda dan Kapolres juga bakal menghadap kepala negara.

Jokowi akan memberi pengarahan kepada Kapolri dan seluruh anak buahnya pukul 14.00 WIB nanti. Informasi itu tertulis dalam surat Telegram Rahasia (TR) Kapolri bernomor STR/764/X/HUM.1/2022 tertanggal Rabu (12/10).

"Hasil rakor melalui zoom cloud meeting hari Rabu, 12 Oktober 2022, pukul 10.00 WIB yang dipimpin Kasetpres, terkait rencana pengarahan Presiden kepada jajaran Kepolisian,"bunyi isi surat telegram tersebut dilihat Jumat (14/10).

Dari isi telegram itu, Kapolri dan jajarannya dilarang memakai penutup kepala dan tongkat. Mereka yang dipanggil Jokowi juga dilarang membawa ADC dan handphone, dan hanya diperkenankan membawa buku dan pulpen.

Telegram itu juga mengingatkan tentang lahan parkir yang terbatas di Istana. Sehingga para pejabat Polri dibatasi membawa kendaraan.

Pati bintang 2 ke bawah akan menggunakan bus ke Istana. Sedangkan Pati bintang tiga ke atas dapat memasuki Istana melalui pintu 1 jalan Veteran.

Selain itu, ejabat Polri wajib PCR sebelum ke Istana. Peserta yang hadir pun diutus untuk melakukan PCR terlebih dahulu yang difasilitasi Pusdokes Polri.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut, akan mengumpulkan perwira polisi di Istana Negara. Jokowi belum memberikan penjelasan lebih lanjut tentang pengarahan apa yang akan ia berikan. Dia meminta publik sabar menunggu.

"Ya besok didengarkanlah," kata Jokowi kata Jokowi di Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/10).

Rekomendasi