Isra Miraj jadi momentum tingkatkan kualitas bangsa
Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengajak masyarakat memaknai peringatan Isra Miraj sebagai momentum meningkatkan kualitas. Pun Pemerintah menjadikan hal itu sebagai momentum mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
Saat peringatan Isra Miraj di Istana Kepresidenan Bogor, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang para menterinya hadir bersama anak yatim, serta perwakilan tokoh masyarakat dan ulama. Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan pentingnya memaknai Isra Mi'raj untuk meningkatkan kemajuan bangsa.
"Seperti yang dikatakan Pak Jokowi, setiap kita memperingati Isra Miraj, kita harus ingat bahwa kita harus naik menjadi lebih baik," kata Puan, Sabtu (14/4).
Isra Miraj merupakan peristiwa besar bagi umat Islam, yakni bagian kedua dari perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam, dan membawanya hingga ke Sidratul Muntaha. Pada peristiwa inilah Nabi Muhammad SAW mendapat perintah menunaikan salat lima waktu sehari.
Menurut Puan, makna Isra Mi'raj juga harus diamalkan hingga kini dalam keseharian. Dia yakin Indonesia akan terus menjadi lebih baik jika masyarakatnya mampu berpikir jernih, dan berdaya saing.
Sebagai upaya meningkatkan kualitas manusianya, kata Puan, pemerintah terus melakukan terobosan dalam pembangunan infrastruktur dan revolusi mental. Pembangunan infrastruktur kini semakin merata hingga ke daerah, dan revolusi mental digencarkan melalui akses pendidikan, kesehatan, dan pelatihan kompetensi.
"Makna Isra Miraj harus kita amalkan supaya kita menjadi bangsa yang rukun, mandiri, unggul, dan berkepribadian. Pemerintah pasti bisa membawa Indonesia lebih baik," ungkapnya.
Selama kunjungan kerja di Jepang, Puan juga mengunjungi Panti Lansia Minato-ward Special Nursing Home for the Elderly Shirokanenomori, di Tokyo. Di sana, dia berdialog dengan careworker asal Indonesia dan setelahnya menyatakan akan meminta pemerintah Jepang menambah kuota untuk pekerja Indonesia.
Terkait hal itu, pemerintah Jepang sudah merespons baik dan penambahan kuota dapat dilakukan jika calon careworker memenuhi syarat.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya