Ironis, tahanan pria-wanita di Indonesia masih dijadikan satu

Sabtu, 25 Januari 2014 07:37 Reporter : Agib Tanjung
Ironis, tahanan pria-wanita di Indonesia masih dijadikan satu Ilustrasi Pemerkosaan, Pencabulan dan Pelecehan Seksual. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Pernahkah Anda mendengar kasus pemerkosaan yang dilakukan sesama tahanan di sebuah sel penjara? Baru-baru ini telah terjadi kasus serupa, tahanan wanita di Polsek Wajo, Makassar, Sulawesi Selatan, diperkosa oleh salah satu tahanan pria.

Ironisnya, ternyata para tahanan tersebut disatukan di dalam sel yang sama. Tahanan wanita yang diketahui berinisial Har (24) itu juga dikabarkan dianiaya oleh tahanan pria lainnya.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Hamidah Abdurrachman merasa prihatin dengan hal semacam itu. Menurutnya fasilitas penjara yang dimiliki oleh polsek dan polres di Indonesia masih jauh dari kata baik. Bahkan di beberapa polsek dan polres di seluruh wilayah Indonesia masih menyatukan tahanan pria dan wanita dalam satu sel.

"Sejak awal Kompolnas turun ke tempat lain pasti melakukan kunjungan untuk mengecek ruang tahanan di polsek-polsek maupun polres. Kami selalu sampaikan semua tahanan jangan sampai dicampur. Karena hampir di semua daerah itu sampai satu blok tahanan hanya dipisahkan hanya sel. Misal sel a dam b, lalu sel 1 dan 2 hanya ada akses satu pintu saja, jadi mereka memang gampang berinteraksi di dalam sana," kata Hamidah saat berbincang kepada merdeka.com, Jumat (24/1).

Menurut Hamidah, dalam kasus seperti itu terkesan pimpinan Polri di daerah selalu menutup-nutupi kejadian yang sebenarnya. Bahkan mereka selalu mempunyai alasan bahwa kejadian pemerkosaan di dalam sel karena suka sama suka.

Topik pilihan: Pelecehan seksual | pencabulan

"Ini kan ada anggota yang jelas-jelas terbukti tidak menjaga tahanan. Kalau dia tidak melakukan kan namanya dia lalai. Yang saya heran kenapa kok kesannya waktu itu sama sekali enggak ada polisi dan membiarkan itu terjadi. Karena saya sejak awal mengatakan itu bentuk perkosaan dan penganiayaan, juga kekerasan wanita dalam berbagai bentuk, seksual dan segala macam," paparnya.

Hamidah berharap pimpinan Polri mau memperhatikan masalah ini dengan serius, terutama untuk masalah anggaran perbaikan fasilitas sel polsek dan polres daerah yang masih jauh dari kata layak huni.

"Kalau di Polri memang banyak yang tidak disediakan di sana. Pertama karena masih minim fasilitas, masih banyak masalah di tahanan. Kedua, belum dipisahnya tahanan dewasa dan anak kecil, lalu segi makanan yang masih buruk. Kemudian yang ketiga masalah pembinaannya, ada kan tahanan yang proses pemberkasannya sangat lama. Jadi kasihan tahanan itu jadi terkatung-katung menunggu kepastian di dalam penjara," ujarnya.

"Sejak awal yang jelas saya sudah tidak setuju kalau tahanan sel pria wanita itu digabung. Ini tanggung jawab pimpinan Polri, di wilayah pun juga harus ikut bertanggung jawab, tidak ada toleransi karena itu merugikan bagi para tahanan," imbuh Hamidah. [dan]

Baca juga:
Tahanan wanita di Polsek Wajo diperkosa dan dianiaya di sel

Satpam hotel perkosa tamu ABG dalam kamar

Dua hari hilang, ABG wanita disetubuhi pacar di rumah kosong

Di Indonesia, kasus perkosaan malah dianggap kesalahan perempuan

ABG ditakut-takuti ada razia, dibawa ke hotel lalu diperkosa

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Polisi
  3. Pemerkosaan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini