Ini Gambaran Kompleks Keraton Agung Sejagat di Purworejo

Selasa, 14 Januari 2020 11:30 Reporter : Ya'cob Billiocta
Ini Gambaran Kompleks Keraton Agung Sejagat di Purworejo Keraton Agung Sejagat di Purworejo. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kemunculan Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah membuat geger. Keraton Agung Sejagat dipimpin oleh seseorang yang dipanggil Sinuwun bernama asli Totok Santosa Hadiningrat, dan istrinya yang dipanggil Kanjeng Ratu yang memiliki nama Dyah Gitarja.

Keberadaan keraton tersebut ditandai dengan bangunan semacam pendopo yang belum selesai pembangunannya. Di sebelah utara pendopo, ada sendang atau kolam yang keberadaannya disakralkan.

Pada lokasi tersebut, juga ada batu prasasti bertuliskan huruf Jawa, di bagian kiri prasasti terdapat tanda dua telapak kaki, dan di bagian kanan ada semacam simbol. Prasasti ini disebut dengan Prasasti I Bumi Mataram.

Kemunculan Keraton Agung Sejagat ini mulai dikenal publik, setelah mereka mengadakan acara Wilujengan dan Kirab Budaya, yang dilaksanakan dari Jumat (10/1) hingga Minggu (12/1).

1 dari 4 halaman

Berdasarkan informasi, pengikut dari Keraton Agung Sejagat ini mencapai sekitar 450 orang.

Penasihat Keraton Agung Sejagat, Resi Joyodiningrat menegaskan bahwa Keraton Agung Sejagat bukan aliran sesat seperti yang dikhawatirkan masyarakat.

Dia mengatakan Keraton Agung Sejagat merupakan kerajaan atau kekaisaran dunia yang muncul karena telah berakhir perjanjian 500 tahun yang lalu, terhitung sejak hilangnya Kemaharajaan Nusantara, yaitu imperium Majapahit pada 1518 sampai dengan 2018.

2 dari 4 halaman

Perjanjian 500 tahun tersebut dilakukan oleh Dyah Ranawijaya sebagai penguasa imperium Majapahit, dengan Portugis sebagai wakil orang barat atau bekas koloni Kekaisaran Romawi di Malaka tahun 1518.

Joyodiningrat menyampaikan dengan berakhirnya perjanjian tersebut, maka berakhir pula dominasi kekuasaan barat mengontrol dunia yang didominasi Amerika Serikat setelah Perang Dunia II, dan kekuasaan tertinggi harus dikembalikan ke pemiliknya, yaitu Keraton Agung Sejagat sebagai penerus Medang Majapahit yang merupakan Dinasti Sanjaya dan Syailendra.

3 dari 4 halaman

Kepolisian Resor Purworejo, Jawa Tengah bersama TNI dan Pemerintah Kabupaten Purworejo berencana akan mengklarifikasi kemunculan Keraton Agung Sejagat.

"Kami mengetahui informasi tersebut, namun tindak lanjut belum bisa sampai langkah hukum dan kita akan bareng-bareng melakukan klarifikasi," kata Wakapolres Purworejo Kompol Andis Arfan Tofani di Purworejo, Senin (14/1). Dikutip dari Antara.

4 dari 4 halaman

Ia mengatakan hal ini perlu dilakukan karena belum ada konfirmasi langsung dari pimpinan keraton tersebut dan selama ini informasinya masih simpang siur.

"Kami memang sudah komunikasi dengan camat dan kades setempat tentang hal tersebut dan mereka akan lapor bupati lebih dulu," katanya pula.

Andis menyampaikan sementara ini pihaknya memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar agar tidak resah. [cob]

Baca juga:
Geger Kemunculan Kerajaan Agung Sejagad di Purworejo
Pria di Tana Toraja ini Mengaku Nabi, Salat Cuma 2 Kali dan Tak Wajib Puasa Ramadan
Ajaran Aliran Sesat Ini Tak Masuk di Akal, Masuk Surga Saja Harus Ada Kartu Anggota
Pria Mengaku Rasul Jadi Tersangka, Para Pengikut Berencana Praperadilankan Polisi
Pimpinan Aliran Sesat di Gowa Deklarasikan Diri Rasul Pada Tanggal 9-9-1999
Warga Gowa Mengaku Rasul dan Jual Kartu Surga Rp50 Ribu

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini