Ini detik-detik teroris bom dan tembaki polisi di Sarinah
Merdeka.com - Polda Metro Jaya merilis kronologi lengkap insiden berdarah pengeboman dan penembakan yang terjadi di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat. Peristiwa ini menewaskan tujuh orang, lima di antaranya adalah pelaku.
Kamis (14/1), pukul 10.40 WIB
Pada waktu ini terjadi ledakan pertama di Cafe Starbucks. Diketahui aksi ini merupakan bom bunuh diri yang dilakukan oleh pelaku. Setelah ledakan ini, seluruh penghuni kafe pun panik, ruangan hancur.
"Kami secara detil melihat CCTV di lokasi Pukul 10.40 WIB terjadi ledakan pertama Starbuck Cafe, Gedung cakrawala," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Muhammad Iqbal di Polda Metro Jaya, Jumat (15/1).
Pukul 10.40.20 WIB
Terjadi ledakan di pos polisi lalu lintas tak jauh dari Starbucks Cafe. Di sini juga terjadi bom bunuh diri yang dilakukan oleh pelaku teror diyakini anggota ISIS Indonesia. Dari aksi ini, sedikitnya tiga orang tewas.
Dua orang merupakan teroris. Satu lagi, warga sipil yang tengah ditilang polisi dan sedang berada di pos polisi.
"20 Detik kemudian terjadi ledakan di Poslantas depan Sarinah. Jaraknya hanya 20 detik. Setelah ledakan tersebut," lanjut Iqbal.
Pukul 10.45 WIB
Polisi sampai ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) selelah mendapatkan laporan terjadi ledakan di dua tempat yang berdekatan. Semula, polisi tersebut ingin bertugas melakukan pengalihan arus lalu lintas.
Polisi akui kecolongan, karena setelah bom meledak, masyarakat justru ramai mendekat dan mendatangi lokasi ledakan.
"Petugas kami ke TKP untuk melaksanakan proses pengalihan arus lalu lintas, belum mengetahui ada aksi teror tahunya ada ledakan. Pengamanan agar masyarakat tak mendekat ke lokasi. Tetapi malah beberapa spot dipenuhi masyarakat. Ini pelajaran buat kita. Kami himbau masyarakat untuk tidak mendekat," terang dia.
Pukul 10.50 WIB
Di tengah warga saat berkerumun mendekat lokasi ledakan, tiba-tiba terjadi penembakan terhadap petugas kepolisian. Penembakan dilakukan oleh dua orang pelaku teror.
"Selang beberapa menit petugas berada di lokasi, terjadilah penembakan oleh 2 orang yang diduga pelaku. Penembakan langsung terarah ke petugas kami Polantas dan satu provost yang tadi mengatur lantas. Berdatanganlah petugas kami setelah penembakan, SOP petugas datang secepat mungkin ke TKP 5-10 menit," terang dia.
Setelah melakukan penembakan, pelaku kemudian lari ke depan tempat parkir Starbucks Cafe. Di sini terjadi tembak menembak antara petugas dan pelaku teror.
"Itu terjadi di lokasi depan Starbucks antara pelaku dan petugas yang ada di seberang dan petugas di samping gedung Sarinah. Pelaku terdesak sempat tak bisa bangun. Pelaku membalas dengan melempar diduga alat peledak rakitan mekanisme peledak sumbu 2 kali lempar 1 kena mobil Karo Ops Marthuani," jelas dia.
Pukul 11.00 WIB
Polisi berhasil melumpuhkan seluruh pelaku teror yang diketahui berjumlah lima orang. Kemudian polisi melakukan penyisiran di sekitar Sarinah untuk mengetahui apakah ada pelaku lain atau bahan peledak yang disimpan.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya