Impian Rini, biduan dangdut keliling
Merdeka.com - Mendengar kisah Rini seakan menjelajahi perjalanan musik dangdut. Rini memulai karirnya sejak 2 SMP silam (1998). Saat itu pertunjukan dangdutnya belum menggunakan organ tunggal seperti sekarang, melainkan cuma berbekal kaset dan karaoke.
"Dulu saya cuma pakai kaset, lagu Cucu Cahyati, dulu sering saya nyanyikan," ungkap wanita yang beranjak 28 tahun ini pada merdeka.com di kediamannya, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Berbeda dengan sekarang, Rini menyesalkan kini penyanyi dangdut keliling kian dicap negatif, lantaran sehabis nyanyi mereka bergumul bersama lelaki hidung belang.
"sekarang identik (penyanyi dangdut) ga jelas. Dikiranya semua neminin laki-laki , mereka bikin dangdut jelek saja. Sukanya juga dangdut disko atau pop didangdutin, emang enak sih buat joget,saya sih ikut saja "ungkap wanita yang juga pernah ikut audisi KDI. Rini juga tak luput memberikan pendapatnya tentang perkembangan dangdut sekarang yang semakin jauh dari aslinya.
"Dangdut sekarang penampilan no 1, suara no 2. Tapi lebih bagus sih kalau komplit semuanya" tambah penggemar Elvi Sukaesi dan Rhoma Irama ini Dia juga pernah mereguk manis dan pahitnya dunia dangdut keliling. Mulai dari tak diberi makan, tidak dapat sambutan, digoda pria hingga yang paling berkesan dapat saweran banyak.
Ketika disinggung karirnya yang hanya dapat bayaran 150-300 ribu setiap satu kali manggung, ibu yang kini tengah hamil tak pernah mau mundur.
"Selama ada yang suka ada yang ajak, saya terus. Saya sudah suka nyanyi, tak dibayar juga sudah senang apalagi dibayar"sambil bercerita ,senyumnya mengembang .
Totalitas dari seorang biduan dangdut keliling bisa terbayar seandainya jika dangdut jadi dinobatkan UNESCO, karirnya bisa menanjak bukan lagi sekedar keliling kampung tapi juga bisa masuk tv.
"Semoga bisa masuk tv, produser juga buat banyak program dangdut kenapa sih harus pop terus. Dangdut gerobak juga dapat wadahnya" ujarnya penuh harap.
Dangdut memang diwacanakan sejumlah pihak akan menyusul batik, angklung dan lain-lain untuk didaftarkan sebagai budaya asli Indonesia. Jika ini tercapai bukan hanya Rini, mimpi pejuang dangdut yang lain mungkin bisa terwujud. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya