Harta karun China, dari Laut Jawa hingga Singapura

Selasa, 3 April 2012 08:47 Reporter : Anwar Khumaini
Harta karun China, dari Laut Jawa hingga Singapura Harta karun dari perairan Cirebon. merdeka.com/dok

Merdeka.com - Balai lelang Singapura pada Minggu (1/4) resmi melelang ratusan ribu artefak harta karun Indonesia yang ditemukan di dasar laut Cirebon, Jawa Barat, sekitar delapan tahun lalu.

Sebelum akhirnya dilelang di Singapura, harta karun yang jika ditaksir nilainya mencapai lebih dari Rp 700 miliar tersebut memiliki cerita yang panjang.

Pada 2006 harta karun yang diduga merupakan peninggalan dari Dinasti Ming tersebut mulai menjadi buah bibir saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jilid I. Kala itu, Menteri Perikanan dan Kelautan Freddy Numberi dibuat pusing mengurusinya. Bahkan, Freddy meminta wapres Jusuf Kalla, untuk membantu mencari solusi bagaimana mengatasi harta karun yang saat itu teronggok di sebuah kandang kuda di Pamulang, Tangerang, Banten.

Nah, pada 2007, melalui Direktur Arkeologi Bawah Air Depbudpar, Surya Helmi, pemerintah menyatakan benda-benda purbakala tersebut akan segera dilelang. Adapun lembaga yang memimpin pelelangan tersebut adalah Departemen Keuangan.

Tahun berganti tahun, ternyata proses lelang tidak juga kunjung tiba. Hingga akhirnya, pada Mei 2010, harta karun tersebut resmi dilelang oleh Departemen Perikanan dan Kelautan. Namun lantaran tidak ada peminat, akhirnya proses lelang ditutup. Benda-benda bersejarah itu pun kembali teronggok tak bertuan.

Dua tahun tak ada kabar, akhirnya pada hari Minggu lalu, balai lelang di Singapura resmi melelang harta karun Indonesia tersebut. Atas persetujuan pemerintah Indonesia, sebagian harta karun Cirebon kini dilelang di Singapura. Upaya itu tahun lalu sempat terganjal karena alasan yang tidak dijelaskan. Sebagian lagi telah diberikan kepada Indonesia.

Peneliti Belgia dari lembaga sejarah Cosmix Uni Emirat Arab, Luc Heymans, menyimpulkan temuan di Cirebon itu merupakan harta karun terbesar di wilayah Asia Tenggara. Dia memperkirakan perhiasan dan barang pecah belah ini berasal dari abad X.

Heymans menilai kawasan perairan Indonesia berpotensi menyimpan banyak harta karun karena lalu lintas maritim padat di masa lampau. Sedianya, kapal pedagang China yang karam itu akan bertolak ke Timur Tengah. Penyebab kandasnya kapal disinyalir akibat cuaca buruk.

Sebelumnya, sejumlah harta karun berharga yang ditemukan di lepas pantai Cirebon, Jawa Barat, dilelang kemarin di Singapura. Pelbagai artefak yang berusia sekitar seribu tahun itu ditaksir bernilai 733 miliar rupiah, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Minggu (1/4).

Harta karun itu terdiri dari 250 ribu barang pecah belah dan perhiasan, meliputi guci keramik, mutiara, hingga emas. Benda-benda bersejarah ini berasal dari sebuah kapal China yang tenggelam tidak jauh dari Pelabuhan Cirebon.

Pihak yang menemukannya pertama kali adalah beberapa nelayan setempat, delapan tahun lalu. Mereka menemukan bangkai kapal itu di kedalaman 56 meter. Para nelayan segera melaporkannya ke Direktorat Cagar Budaya Bawah Air dan Warisan Kolonial Cirebon.

Upaya mengangkat bangkai kapal rupanya perlu teknologi canggih. Akhirnya diundang beberapa badan internasional buat membantu pemerintah mengangkut harta karun itu. Butuh waktu setahun dan melibatkan 22 ribu penyelam menyelesaikan seluruh proses pengangkatan. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Harta Karun Cirebon
  2. Harta Karun
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini