Petugas Uji Air dari Sumur Mendidih di Musi Banyuasin, Warga Dilarang Konsumsi
Merdeka.com - Dinas Lingkup Hidup (DLH) Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, telah mengambil sampel air dari sumur mendidih di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Lawang Wetan. Sambil menunggu hasilnya keluar, warga dilarang mengonsumsi air tersebut.
Kepala DLH Musi Banyuasin Andi Wijaya Busro mengungkapkan, pengambilan sampel dilakukan petugas kemarin siang, Rabu (8/1). Selanjutnya, sampel dibawa ke Laboratorium di Sekayu, Musi Banyuasin, untuk pemeriksaan kualitas air dan kandungan di dalamnya.
"Ya, kemarin baru kita ambil sampel air untuk diuji, kenapa sumurnya bisa mendidih," ungkap Andi saat dihubungi merdeka.com, Kamis (9/1).
Menurut dia, uji laboratorium setidaknya memerlukan waktu empat sampai enam hari. Pihaknya mengimbau pemilik sumur atau masyarakat tidak mengonsumsi atau menghindari aktivitas sekitar sumur untuk menghindari hal-hal di lingkungan dugaan.
"Agar masyarakat tidak cemas, kita minta petugas lab bisa lebih cepat menguji dan hasilnya juga bisa cepat keluar," kata dia.
Ada 3 Sumur Mendidih
Sumur mendidih seperti dipanaskan api tak hanya satu saja, tetapi terdapat tiga sumur yang semuanya berada di Desa Rantau Panjang, Lawang Wetan. Kondisi airnya tidak berbau dan tidak panas.
"Ada tiga sumur yang terjadi seperti mendidih, sudah didatangi petugas kami, di desa itu semua," kata Andi.
Dari penuturan pemilik sumur, peristiwa serupa pernah terjadi beberapa kali pada tahun-tahun lalu. Hal ini akhirnya dianggap warga menjadi biasa saja, terlebih ketika hujan mengguyur setelah kemarau panjang.
Anggapan warga ini sesuai dengan dugaan awal DLH setempat. Semisal adanya kandungan gas, bentuk tekanan mata air, atau bisa juga akibat retakan sumur yang menyebabkan adanya rongga tanah berisi tanah imbas musim kemarau tahun lalu.
"Informasinya air sumur mendidih itu diminum warga, sudah biasa katanya. Sebaiknya dihentikan dulu, diketahui dulu kualitas dan kandungan airnya," tutup dia.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya