Dirut Pertamina Bungkam Usai Dicecar Dewas KPK Soal Dugaan Gratifikasi Lili Pintauli

Rabu, 27 April 2022 12:24 Reporter : Merdeka
Dirut Pertamina Bungkam Usai Dicecar Dewas KPK Soal Dugaan Gratifikasi Lili Pintauli Dirut Pertamina Nicke Widyawati diperiksa KPK. ©2018 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Nicke Widyawati merampungkan pemeriksaan oleh Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) sebagai saksi terkait dugaan pelanggaran etik penerimaan gratifikasi MotoGP Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Nicke menjalani pemeriksaan Dewas KPK di Gedung ACLC KPK, Rabu (27/4).

Nicke yang diperiksa sekitar satu jam memilih bungkam usai pemeriksaan. Nicke yang dikawal beberapa pegawai PT pertamina memilih meninggalkan awak media tanpa membuka suara sedikit pun.

2 dari 3 halaman

Dirut Pertamina Dinilai Dewas KPK Tak Kooperatif

Diberitakan sebelumnya, Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) Syamsuddin Haris menyebut Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Nicke Widyawati tak kooperatif bekerjasama dengan pihak dewas.

Haris menyayangkan sikap Nicke yang tak memenuhi panggilan dewas terkait kasus dugaan pelanggaran etik penerimaan gratifikasi tiket MotoGP Mandalika dengan terlapor Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar.

Menurut Haris, Nicke tak kooperatif berimbas dengan gagalnya permintaan keterangan langsung terhadap Lili Lintauli Siregar.

"Klarifikasi terhadap ibu LPS tertunda karena pengumpulan bahan dan keterangan dari pihak eksternal belum selesai. Klarifikasi terhadap pihak Pertamina belum tuntas karena Dirut Pertamina tidak kooperatif. Sudah diundang klarifikasi dan di jadwal ulang, tapi tidak hadir," ujar Haris dalam keterangannya, Selasa (26/4).

Haris mengultimatum agar Nicke mampu bekerjasama demi terangnya peristiwa ini. Apalagi diduga Pertamina merupakan pihak memberikan gratifikasi tersebut kepada Lili.

"Dewas berharap Dirut Pertamina bisa bekerjasama dan bersikap koperatif dalam mengungkap dugaan pelanggaran etik yang dilakukan ibu LPS," kata Haris.

3 dari 3 halaman

Dewas KPK Usut Dugaan Gratifikasi Tiket MotoGP Lili Pintauli

Dewas KPK tengah mencari tahu total penerima fasilitas menonton MotoGP Mandalika dalam kasus dugaan gratifikasi Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar.

"Sekarang kan lagi dicari, belum tahu kan untuk berapa orang, belum mengerti. Belum mengerti, ini lagi cari bahannya," ujar anggota Dewas KPK Albertina Ho di Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Kamis (21/4).

Diduga Lili tak hanya sendiri menerima fasilitas tiket menonton dan penginapan hotel selama kurang lebih satu minggu. Pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertamina ini diduga juga memberikan fasilitas terhadap kerabat Lili.

Pengusutan total penerima fasilitas itu ditelisik dewas KPK terhadap pihak Pertamina. Dewas berharap para pihak yang dipanggil untuk dimintai keterangan kooperatif dan jujur.

"Sehingga bisa lebih cepat selesai kan, kalau keterangan (yang) diberikan tidak apa adanya tidak selesai-selesai nanti," kata Albertina.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar kembali dilaporkan ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Lili dianggap melanggar kode etik insan KPK lantaran diduga menerima gratifikasi saat menonton ajang MotoGP Mandalika.

Lili diduga menerima gratifikasi dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Pertamina. Berdasarkan informasi yang diterima, Lili mendapatkan tiket MotoGP Mandalika di Grandstand Premium Zona A-Red serta fasilitas penginapan di Amber Lombok Beach Resort selama kurang lebih satu minggu.

Reporter: Fachrur Rozie/Liputan6.com

Baca juga:
Dirut Pertamina Penuhi Panggilan Dewas KPK Terkait Tiket MotoGP Lili Pintauli
Dewas KPK Sebut Dirut Pertamina Tak Kooperatif Soal Pelanggaran Etik Lili Pintauli
Dewas KPK Setop Pemeriksaan Etik Lili Pintauli soal Pembohongan Publik
Kasus Pembohongan Publik Lili Pintauli Dihentikan, Pelapor: Dewas KPK Tak Bergigi
KPK Klarifikasi Dugaan Gratifikasi Tiket MotoGP Lili Pintauli ke Pertamina
Dewas KPK Usut Total Penerima Fasilitas Dugaan Gratifikasi MotoGP Lili Pintauli
Pukat UGM Dorong Dewas Berani Tegakkan Kode Etik KPK Sikapi Kasus Lili Pintauli

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini