BPBD Jateng pakai pawang hujan padamkan kebakaran di Gunung Sindoro dan Sumbing

Jumat, 14 September 2018 18:57 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Kebakaran hutan dan lahan Gunung Sindoro. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kebakaran di kawasan Gunung Sindoro dan Sumbing belum padam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng) tidak bisa menggunakan cara water boming, lantaran pertimbangan lokasi yang sulit terjangkau.

"Kita sudah survei dengan menggunakan heli di lokasi, bahwa belum membawa barang sudah turun sendiri. Untuk menghindari bahaya kita tidak gunakan water bombing," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Temanggung Gito Walngadi saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (14/9).

Karena tidak bisa memakai water bombing, pihaknya secara teknik akan melakukan pemadaman dengan menggunakan kearifan lokal. "Jadi tidak pakai water bombing. Kita upayakan pakai pawang hujan," jelasnya.

Tidak dipakainya helikopter sebagai water bombing dikarenakan lokasi kejadian sangat sulit dijangkau, selain itu kondisi cuaca angin selalu berubah.

"Lokasi terjal, pengaruh cuaca juga berpengaruh. Heli saat di ketinggian kemampuan hanya sampai di 8.500 feet," ujarnya.

Terkait api sendiri saat ini sudah memasuki hari ke-7, telah melahap sekitar 385,6 hektare lahan di kawasan Gunung Sindoro dan seluas 478,4 hektare untuk Gunung Sumbing.

"Sementara kita koordinasikan dulu bersama BNPB apakah nanti akan didatangkan heli yang lebih besar, kita antisipasi manual lagi dengan penyekatan supaya api tak meluas," terangnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Kebakaran
  2. Kebakaran Gunung
  3. Semarang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini