Berusia 113 Tahun, Mbah Tukin Ikut Gerak Jalan Sejauh 30 KM di Jember
Merdeka.com - Kakek asal Jember yang satu ini, layak diacungi jempol. Diusianya yang sudah lebih dari satu abad, Mbah Tukin namanya, masih semangat berjalan dengan rute yang amat jauh, bahkan hingga antar kota.
Kemarin, Mbah Tukin yang mengaku sudah berusia 113 tahun ini, menghebohkan peserta Gerak jalan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemra). Sebab, dia dianggap menjadi peserta paling tua yang mengikuti gerak jalan dengan rute sekitar 30 kilometer yang digelar secara beramai-ramai sejak pagi hingga malam.
"Saya tiap tahun sudah ikut Tajem. Jadi tidak ada persiapan khusus, karena sudah terbiasa saja jalan kaki, ke sini saja saya jalan kaki dari rumah saya yang ada di Kalisat," ujar mbah Tukin dengan bahasa jawanya yang berlogat madura ini kepada wartawan, sesaat sebelum diberangkatkan di garis start di Tanggul.
Antusiasme Mbah Tukin mengikuti Tajemtra tampak pula dari tampilannya. Tidak hanya mengenakan dresscode merah putih, bahkan pipinya juga ia warnai dengan bendera merah putih.
Even Tajemtra merupakan gelaran rutin yang digelar oleh Pemkab Jember sejak puluhan tahun terakhir. Even yang sudah menjadi tradisi masyarakat Jember pada akhir bulan Agustus itu digelar untuk semakin memeriahkan kemerdekaan Indonesia. Dengan menempuh rute dari Kecamatan Tanggul yang ada di penjuru barat menuju pusat kota di Alun-Alun Jember.
Mbah Tukin, sendiri berasal dari Desa Sumberjeruk Kecamatan Kalisat Jember. Dengan mantab, Mbah Tukin ikut serta bersama ribuan peserta Gerak Jalan Tanggul Jember Tradisional (Tajemtra) 2019.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk mengikuti gerak jalan yang menempuh jarak 30 kilometer ini, mbah Tukin tidak melakukan persiapan yang macam-macam.
"Aku ancen seneng mlaku, tenagane cukup makan nasi dan (kuat) menahan lapar. (Saya memang suka olahraga jalan kaki, tenaganya cukup makan nasi dan kuat menahan lapar, red)," ujar Mbah Tukin.
Olahraga memang menjadi kunci kebugaran mbah Tukin di usianya yang sudah senja. Selain untuk menjaga kesehatan, Mbah Tukin konsisten ikut Tajemtra selama bertahun-tahun dengan tujuan memotivasi para generasi muda, khususnya anak cucunya sendiri.
Bahkan, kegilaan mbah Tukin dalam berjalan kaki, ditunjukkan dengan pengalamannya yang pernah berjalan kaki ke berbagai kota di Jawa Timur.
"Saya itu sudah sering jalan kaki, Jember - Banyuwangi bolak balik, muter-muter (bolak-balik) Panarukan, (Situbondo), lalu ke Kraksan, Probolinggo, terus sampai Klakah (Lumajang)," papar Mbah Tukin.
Semua rute itu, menurut Mbah Tukin ia tempuh dengan berjalan kaki. "Sama sekali saya tidak pernah menumpang truk, semuanya jalan kaki," lanjut Mbah Tukin.
Karena sudah terbiasa berjalan kaki dengan rute jauh, keikutsertaannya dalam Tajemtra dianggap tidak terlalu istimewa. Bahkan dia berangkat dari titik start juga dengan berjalan kaki dari rumahnya yang juga cukup jauh.
"Saya berangkat dari rumah saya di Kalisat, jaraknya ke Jember 16 kilometer, lanjut Tanggul, jaraknya 30 kilometer. Nanti pulangnya juga jalan kaki. Silakan kalian hitung sendiri berapa jarak jauhnya saya jalan kaki," kata mbah Tukin dengan penuh bangga.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya