Banjir bandang rendam 187 rumah di Gorontalo, 2 rusak
Merdeka.com - Banjir bandang yang disebabkan oleh hujan deras terjadi di Desa Luluo dan Desa Lobuto Timur, Kecamatan Telaga Biru dan Palubala, Gorontalo merendam 187 rumah dan merusak dua rumah. Selain itu, banjir juga merusak satu jembatan dan membuat jalan terputus.
"187 Rumah terendam dengan penduduk terdampak 876 jiwa," ujar Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya, Sabtu (14/7).
Taksiran kerugian masih dalam pendataan BPBD Gorontalo. Posko tanggap darurat telah didirikan di lapangan dan bantuan seperti beras, biskuit, mie instan, susu, pakaian dan selimut telah diberikan kepada para pengungsi.
Daerah Gorontalo dan lainnya di Sulawesi sangat rentan banjir bandang karena topografi yang curam dan pendek dari sistem aliran sungainya. Dengan kemiringan lereng yang curam, kepadatan aliran yang tinggi, dan kondisi penggunaan lahan yang makin terkonversi menjadi kawasan budidaya menyebabkan banjir bandang sering terjadi dan mengancam permukiman di bagian hilir.
Sementara itu, curah hujan lebat yang terjadi beberapa wilayah Indonesia, khususnya di Kalimantan bagian utara dan selatan, Sulawesi bagian tengah dan utara, Maluku, dan Papua telah menimbulkan banjir di beberapa wilayah.
Fenomena hujan lebat ini dipengaruhi oleh variabilitas musim dan Osilasi Madden-Julian. Di Indonesia bagian utara kejadian banjir masih berlangsung akibat pengaruh cuaca regional tersebut. Sementara itu, di selatan ekuator kekeringan mulai makin dirasakan masyarakat, seperti di Jawa, Bali, NTB dan NTT. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya