Aturan PPKM Terbaru, Jabodetabek Level 1

Selasa, 24 Mei 2022 10:30 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Aturan PPKM Terbaru, Jabodetabek Level 1 Operasional Transjakarta di masa PPKM Level 2. ©2022 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Pemerintah kembali memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali selama dua pekan. Perpanjangan PPKM ini berlaku sejak hari ini Selasa (24/5) hingga Senin (6/6).

Pengaturan PPKM Jawa Bali tertuang dalam Inmendagri Nomor 26 Tahun 2022, sedangkan untuk pengaturan PPKM Luar Jawa Bali tertuang dalam Inmendagri Nomor 27 Tahun 2022. Aturan itu diteken Mendagri Muhammad Tito Karnavian.

Seiring perpanjangan PPKM jumlah wilayah dengan level 1 terus meningkat. Untuk pertama kalinya, pada perpanjangan PPKM kali ini wilayah Jabodetabek masuk dalam level 1.

"Kita lihat data perubahan jumlah daerah pada setiap level PPKM baik di Jawa-Bali dan di luar Jawa-Bali menunjukkan kondisi yang semakin membaik, dengan meningkatnya jumlah daerah yang berada di level 1, termasuk Jabodetabek," kata Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/5).

Untuk wilayah Jawa dan Bali, jumlah daerah yang berada di level 1 mengalami peningkatan dari yang semula 11 daerah menjadi 41 daerah. Sementara daerah pada Level 2 mengalami penurunan dari yang semula 116 daerah menjadi 86 daerah. Sedangkan daerah di Level 3 tetap berjumlah 1 daerah (Kabupaten Pemekasan), serta tidak ada daerah di level 4.

2 dari 2 halaman

PPKM Luar Jawa Bali Level 1 Meningkat

Perpanjangan PPKM di Luar Jawa Bali juga memiliki kondisi yang sama, yaitu naiknya jumlah daerah yang berada di level 1 dari yang semula 88 daerah menjadi 170 daerah.

Sedangkan, penurunan terjadi pada jumlah daerah di Level 2 dari yang semula 276 daerah menjadi 196 daerah, dan penurunan jumlah daerah di level 3 dari yang semula 22 daerah menjadi 20 daerah.

"Kita terus berharap agar kondisi ini tetap terus berlanjut, walaupun pemerintah telah melonggarkan penggunaan masker khususnya di ruang terbuka yang tidak padat orang. Namun bagi kelompok rentan, lansia, memiliki komorbid, serta masyarakat yang memiliki gejala batuk pilek untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas," ujar dia.

Safrizal tetap mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak euforia dengan pelonggaran penggunaan masker, yang dapat berakibat pada naiknya kembali kasus Covid-19. Pemerintah daerah katanya tetap terus melaksanakan monitoring pelaksanaan protokol kesehatan khususnya di tempat-tempat keramaian, agar pandemi ini dapat segera dilewati.

"Pelonggaran dalam hal penggunaan masker yang diberikan pemerintah tentu tidak perlu menjadi euforia, melainkan tetap menjadi warning bagi kita semua untuk terus waspada," kata dia. [gil]

Baca juga:
Epidemiolog Pandu Riono Dorong Pemerintah Menyudahi PPKM
Menko PMK: Kalau Situasi Sudah Terkendali PPKM Secepatnya Dihapus
Penjelasan Satgas soal PPKM Tetap Diberlakukan di Tengah Pelonggaran Aturan Covid-19
CEK FAKTA: Tidak Benar PPKM Berakhir pada 9 Mei 2022, Simak Faktanya
Penyebaran Covid-19 di Bandung Pasca Lebaran Dianggap Terkendali, Begini Kata Satgas
Warga Jabar Boleh Beraktivitas Tanpa Beban di Masa PPKM, Ridwan Kamil Beri Syarat Ini
Dampak Kebijakan Tak Perlu Pakai Masker di Tempat Terbuka ke Sektor Ekonomi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini