Angka Stunting di Sragen Mencapai 25 Persen

Rabu, 3 Juli 2019 01:31 Reporter : Arie Sunaryo
Angka Stunting di Sragen Mencapai 25 Persen Ilustrasi Ibu Hamil. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen harus mewaspadai angka stunting yang masih berada di atas garis yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Saat ini anak yang terindikasi stunting mencapai 25 persen, lebih besar ketentuan WHO sebesar 20 persen.

Kendati demikian angka tersebut masih lebih rendah dari prosentase angka nasional sebesar 30 persen, atau Provinsi Jawa Tengah sekitar 28 persen. Pemkab Sragen kini terus berupaya menurunkan angka stunting di wilayah Bumi Sukowati.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan antara lain dengan memaksimalkan kinerja para kader kesehatan yang ada sebanyak 7.975 orang.

Yuni meminta para kader kesehatan untuk melakukan langkah pencegahan stunting pada anak. Selain tugas-tugas kesehatan masyarakat lainnya yang tak kalah berat.

"Kita minta para kader kesehatan untuk melakukan langkah pencegahan stunting pada anak. Harapannya kita bisa 20 persen sama dengan WHO," katanya, Selasa (2/7).

Dia mengungkapkan, penyebab stunting adalah ketika dalam kandungan, ibu bayi tidak rutin memeriksakan kesehatannya. Selain itu janin juga kurang tercukupi asupan asam folat dan gizi. Saat dilahirkan, bayi tersebut terkena stunting.

"Ini harus ada tindakan edukasi promotif dari Puskesmas dan kader," ujarnya.

Menurut Yuni, saat ini banyak pekerjaan rumah yang mesti dikawal. Diantaranya stunting, angka kematian bayi (AKB), angka kematian ibu (AKI) dan sejumlah program nasional. Salah satunya meningkatkan partisipan peran kader. Dia berharap seluruh kader bisa maksimal memberi penyuluhan kesehatan.

"Peran kader kesehatan sangat penting, karena harus mengawal para ibu yang tengah mengandung. Kita mengalokasikan anggaran Rp 2 miliar untuk membantu 7.975 kader ini," jelasnya.

Lebih lanjut, dia menekankan, pentingnya upaya menekan AKI dan AKB. Ia menyebut, selama tahun 2017 ada 11 kasus AKI dan 113 kasus AKB. Sedangkan tahun 2018 ada 15 kasus AKI dan 140 kasus AKB. Sementara hingga Juni 2019 ini sudah terdapat 4 AKI dan 53 AKB. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Stunting
  2. Ibu Hamil
  3. Gizi Buruk
  4. Sragen
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini