Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anggota DPRD Pekanbaru minta pijat plus berkedok spa ditutup

Anggota DPRD Pekanbaru minta pijat plus berkedok spa ditutup Ilustrasi panti pijat plus. ©AFP PHOTO

Merdeka.com - Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Adriyanto meminta kepada Pemerintah Kota Pekanbaru untuk melakukan penutupan terhadap panti pijat (spa) yang diduga menyediakan pijat plus-plus. Alasan ini dikatakannya karena bertentangan dengan visi misi kota Pekanbaru sebagai kota metropolitan dan madani.

"Kenapa sudah ketahuan dan terbukti dibiarkan di buka. Ada apa ini? Tutup saja langsung spa itu karena merusak aturan Kota Pekanbaru," kata Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini, saat dikonfirmasi, Kamis (28/8).

Saat ditanya tentang adanya oknum aparat yang diduga menjadi backing di balik pijat plus-plus tersebut, Adriyanto menegaskan untuk segera ditindak.

"Pem-backing yang merusak aturan kota tidak dapat ditolerir. Yang melanggar aturan harus di berantas. Meskipun ada oknum aparat di belakangnya,"cetus Adriyanto.

Padahal sebelumnya, gabungan tim Yustisi Pemko yang dikomandoi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru, Jum'at (22/8) lalu, melakukan penggerebekan salah satu layanan spa bernama Delta yang diduga menyediakan layanan pijat 'plus-plus'.

Atas temuan tersebut, Kepala Badan Pelayanan Terpadu (BPT) Kota Pekanbaru, Musa menyebutkan bahwa Tim-nya langsung melakukan aksi ke lapangan untuk melakukan pengecekan izin yang diberikan terhadap 3 tempat layanan SPA di antaranya Diamond, Delta, dan Glamour SPA untuk dilakukan evaluasi.

Terkait izin, Musa juga mengungkapkan bahwa BPT tidak akan melakukan perpanjangan di tiga tempat layanan SPA berkedok plus-plus tersebut.

"Di situ ada kamar yang bersekat-sekat. Kita bingung untuk apa kamar itu?"kata Musa.

Dari Informasi yang dirangkum, disinyalir, salah satu tempat spa bernama Diamond diduga dibacking oleh salah seorang oknum perwira polisi. Bahkan di sejumlah hotel berbintang juga tak kalah saing menyediakan tempat maksiat tersebut.

Atas informasi ini, Musa mengatakan akan melakukan verifikasi terlebih dahulu dilapangan apakah hal tersebut benar atau tidaknya. "Nanti saya cek dahulu. Apa benar tempat spa itu dibacking oknum polisi,"pungkasnya. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP