8 Kontainer Sampah Impor Diduga Terpapar Limbah B3 Dikembalikan ke Australia

Selasa, 9 Juli 2019 20:45 Reporter : Erwin Yohanes
8 Kontainer Sampah Impor Diduga Terpapar Limbah B3 Dikembalikan ke Australia Kontainer Berisi Sampah Impor. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Delapan kontainer berisi sampah impor yang diduga terpapar limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dikembalikan ke Australia. Pengembalian dilakukan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Tanjung Perak Surabaya.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Tanjung Perak Surabaya Basuki Suryanto mengatakan kedelapan kontainer berisi sampah impor tersebut diketahui memiliki berat 210 ton. Sampah tersebut dikirim oleh perusahaan pelayaran Oceanic Multitrading Pty Ltd Australia dari Pelabuhan Brisbane.

"Sampah tersebut tiba di terminal peti kemas Surabaya pada 12 Juni lalu," ujarnya, Selasa (9/7).

Dia menyebut sampah tersebut sebagai sampah impor jenis waste paper. Sampah jenis ini diimpor untuk bahan baku industri kertas. Namun, sampah yang ditengarai terpapar limbah B3 itu, ditemukan dalam kondisi bercampur sampah rumah tangga seperti kaleng bekas, botol plastik, kemasan oli bekas hingga popok bayi.

©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Atas temuan ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah merekomendasikan agar delapan kontainer tersebut dikembalikan ke negara asalnya.

"Kami memberikan waktu selama 90 hari dari sekarang kepada perusahaan yang mengimpor delapan kontainer ini untuk mengembalikan ke Australia," katanya.

Dalam catatan Bea Cukai, temuan sampah impor terpapar limbah yang berpotensi mengandung B3 ini adalah yang kedua kalinya di Surabaya.

Pada awal Juni 2019 KPPBC Tipe Madya Pabean Tanjung Perak Surabaya juga menemukan sampah impor terpapar limbah B3 asal Amerika Serikat, yang telah dikembalikan ke negara asalnya.

Dikonfirmasi mengenai sanksi pada perusahaan pengimpor sampah, ia menyebut jika hal itu adalah kewenangan dari KLHK. "Kalau itu kewenangan KLHK," tegasnya. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini