4 fakta menarik soal gerhana bulan total

Minggu, 5 April 2015 05:33 Reporter : Nurul Tirsa Sari
4 fakta menarik soal gerhana bulan total Gerhana bulan darah. ©AFP PHOTO

Merdeka.com - Gerhana bulan total yang terjadi pada Sabtu petang menjadi fenomena yang cukup istimewa. Di Jakarta, Planetarium, Taman Ismail Marzuki (TIM) menjadi salah satu lokasi yang dipadati masyarakat Jabodetabek untuk menyaksikan peristiwa langka itu.

Keistimewaan tersebut karena gerhana bulan terjadi bertepatan dengan malam Paskah, seperti yang diprediksi dalam Alkitab. Selain itu gerhana kali ini menjadi gerhana dengan durasi terpendek yakni kurang dari 5 menit. Tidak hanya itu, gerhana bulan serupa bakal terjadi pada September depan.

Peristiwa gerhana bulan total ini merupakan urutan ketiga dari gerhana bulan tetrad yang merupakan suatu rangkaian dari empat gerhana bulan total secara berturut-turut yang terjadi tanpa diselingi oleh gerhana bulan sebagian ataupun gerhana bulan penumbra.

Dua gerhana bulan total lebih dulu terjadi yakni pada tahun 2014 tepatnya pada 15 April 2014 dan 8 Oktober 2014. Gerhana bulan total yang ke-4 sekaligus menjadi yang terakhir dari seri tetrad ini akan terjadi pada 28 September 2015.

Adapun fakta-fakta menarik dalam gerhana bulan tadi malam, seperti dihimpun merdeka.com, Minggu (5/4):

1 dari 4 halaman

Sesuai yang tertulis di Alkitab

Gerhana bulan. © Onsugar.com

Sebuah peristiwa langka dari antariksa terlihat dari bumi. Gerhana bulan darah atau Blood Mood muncul di malam Paskah, sesuai dengan prediksi Alkitab.

Dikutip dari Daily Mail (01/04), di Alkitab versi Raja James (Yoel 2:31), tertulis "Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan yang hebat dan dahsyat itu". Nah, beranjak dari hal itulah seorang Pastur dari Amerika, John Hagee, menyatakan bila hal besar akan terjadi pada umat manusia.

Berdasarkan buku berjudul 'Four Blood Moons' karya Hagee, gerhana bulan berdarah yang akan terjadi pada hari Paskah nanti adalah tanda kejadian besar terjadi di Timur Tengah yang berhubungan dengan Israel. "Aku percaya kita akan melihat sesuatu yang dramatis terjadi di Timur Tengah yang menyangkut Israel. Dan hal itu akan berdampak besar bagi seluruh dunia," ujar Pastur Amerika itu.

Entah kebetulan atau tidak, gerhana bulan darah yang terjadi Sabtu (4/4) kemarin adalah gerhana bulan darah ketiga dalam rentetan empat gerhana bulan darah (tetrad blood moons) dalam kurun waktu tua tahun ini. Oleh sebab itu, banyak pihak yang percaya bila gerhana tersebut sarat akan nuansa religius.

2 dari 4 halaman

Gerhana bulan tersingkat di abad ini

Gerhana bulan. © Onsugar.com

Gerhana bulan yang terjadi bertepatan dengan malam Paskah menjadi gerhana bulan terpendek semenjak 500 tahun lalu dan menjadi gerhana bulan tersingkat di abad ini. Peristiwa langka tersebut hanya berlangsung kurang dari 5 menit.

"Gerhana bulan total ini tidak seperti gerhana bulan pada tahun 2007 di mana durasinya lama hampir 1 jam lebih," kata Panitia Planetarium Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Cecep Nurwendaya, di Planetarium, Jakarta, Sabtu (4/4).

Selain itu, gerhana bulan total Sabtu kemarin merupakan yang ketiga dalam seri gerhana bulan tetrad. "Ini adalah rangkaian dari gerhana bulan tetrad. Ini yang ketiga dalam dua tahun berturut turut tadi," ujar Cecep.

3 dari 4 halaman

Pancarkan warna merah tanda polusi parah

Gerhana bulan. © Onsugar.com

Panitia Planetarium Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Cecep Nurwendaya, mengatakan pada saat gerhana bulan total terjadi, bulan akan memancarkan warna merah. Cecep menjelaskan, semakin merah penampakan warna bulan yang terlihat di suatu wilayah saat gerhana bulan total, merupakan tanda semakin buruknya polusi di wilayah tersebut.

"Hubungan gerhana bulan total dengan polusi ini menarik ya. Ternyata semakin serius indikasi polusi udara di suatu tempat itu akan ditandai semakin merahnya tanda warna bulan pada saat kita melihat gerhana bulan total," ujar Cecep di Planetarium, Jakarta, Sabtu (4/4).

Cecep mengatakan banyak orang yang takjub dengan warna merah tembaga pada saat melihat gerhana bulan total. Padahal, katanya, hal itu merupakan indikasi polusi yang tinggi di daerah tersebut.

"Jadi kita jangan bangga kalau di kota besar melihat 'wah warnanya menarik sekali merah sekali. Ya kita sedih, itu menunjukkan bahwa ada masalah dengan polusi kita," ujarnya.

4 dari 4 halaman

Masyarakat antusias lihat gerhana bulan

Gerhana bulan. © Onsugar.com

Ratusan pengunjung memadati Gedung Planetarium di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya nomor 73, Jakarta Pusat. Mereka datang untuk menyaksikan gerhana bulan total yang berlangsung pukul 16.00 WIB - 22.00 WIB.

Berdasarkan pantauan merdeka.com, pengunjung terdiri dari keluarga maupun pasangan kekasih yang datang dari Jabodetabek.

"Saya sengaja ajak anak-anak saya untuk menonton gerhana bulan di sini. Ini Pertama kalinya," ujar ibu berjilbab yang mengaku dari Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (4/4).

Untuk menyaksikan gerhana bulan panitia membaginya dalam beberapa sesi. Para pengunjung pun diminta untuk mengisi daftar hadir yang disediakan di meja panitia. [efd]

Baca juga:
Warga Jakarta antusias lihat gerhana bulan melalui tayangan langsung
Masjid di Banda Aceh lantunkan azan saat gerhana bulan
Warga cukup senang melihat gerhana bulan total meski hanya sebentar
Indahnya penampakan Gerhana Bulan Merah dilihat dari langit Tokyo
Menyaksikan fenomena Gerhana Bulan Total dari Planetarium

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini