3.636 Pekerja Migran di Jatim Diisolasi, 34 Positif Covid-19

Rabu, 5 Mei 2021 02:05 Reporter : Erwin Yohanes
3.636 Pekerja Migran di Jatim Diisolasi, 34 Positif Covid-19 Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau kerusakan akibat gempa di Kabupaten Malang. ©2021 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan telah memperketat pintu masuk di Jawa Timur. Pengetatan ini dilakukan untuk mencegah terbawanya virus Covid-19 varian baru melalui para pekerja migran Indonesia (PMI).

Bekerja sama dengan TNI/Polri, KKP, serta Dinas Perhubungan, Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi dan Dinas Kesehatan Jawa Timur, pihaknya memastikan semua pekerja migran aman dan dilakukan testing maupun isolasi untuk mencegah masuknya virus Covid-19 varian India, Inggris dan Afrika Selatan (Afsel).

"Pemprov Jatim saat ini sangat concern dengan adanya mutasi virus varian baru dari India, Inggris dan Afsel dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah varian tersebut masuk di Jatim. Karenanya kami melakukan isolasi bagi para pekerja migran yang baru datang di Jatim," kata Khofifah, Selasa (4/5).

Khofifah menjelaskan, sampai hari ini, terdapat 3.636 pekerja migran yang telah diisolasi di Asrama Haji sejak 28 April 2021. Kesemuanya telah dilakukan PCR dan ditemukan 34 orang yang positif Covid-19.

"Bagi yang positif Covid-19 segera kami isolasi di RS Darurat Lapangan Indrapura dan RS Rujukan Covid-19. Sedangkan bagi pasien yang negatif akan dilakukan penjemputan oleh kabupaten dan kota masing," terangnya.

Terkait deteksi virus, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim juga telah bekerja sama dengan Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga untuk melakukan sequence genetik atau whole genome sequencing sebagai upaya genomic surveilance atau deteksi dini adanya mutasi varian India, Inggris dan Afsel.

"Alhamdulillah, sampai hari ini berdasarkan laporan dari ITD Unair, telah ada 109 sampel dari Jawa Timur yang telah dilakukan sekuensing, dimana 86 sampel telah diunggah kedalam database genome Covid-19 Internasional GISAID. Dan sampai hari ini belum ditemukan mutasi varian India, Inggris dan Afsel di Jatim," terangnya.

Meskipun demikian, Khofifah mengatakan bahwa pencegahan penyebaran mutasi ini juga membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Sebab meskipun virus Covid-19 telah bermutasi, namun pencegahannya tetap sama yaitu dengan patuhi protokol kesehatan.

"Upaya pencegahan mutasi masuk dan menyebar di Jatim membutuhkan kerja keras dari semua pihak, upaya karantina massal, genomic surveilance yang telah dilakukan tentunya masih sangat membutuhkan partisipasi masyarakat dengan patuh protokol kesehatan," tegas Khofifah.

Khofifah menambahkan, bahwa pengetatan untuk mengantisipasi masuknya varian virus baru ini juga diiringi dengan vaksinasi masif yang terus dilakukan Pemprov Jatim. Berdasar data Dinkes Jatim, untuk vaksinasi dosis pertama tercatat sebanyak 2.003.205 orang dan vaksinasi dosis kedua tercatat sebanyak 1.106.830 orang. Jumlah ini adalah yang tertinggi di Indonesia berdasarkan data Kemenkes RI per 3 Mei 2021

"Meskipun vaksinasi terus dimassifkan, namun yang terpenting tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Karena saat ini protokol kesehatan masih terbukti efektif untuk mencegah penularan Covid-19 meskipun sudah bermutasi," pungkasnya.

Untuk diketahui, terdapat ruang isolasi terpusat yakni Asrama Haji Surabaya bagi semua pekerja migran Indonesia dan 20 hotel di Surabaya untuk semua kedatangan dari luar negeri lainnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini