Kalau sebuah negara itu diibaratkan jadi seseorang, pasti negara itu butuh berhubungan dengan negara lain. Hubungan satu negara dengan negara yang lain disebut politik luar negeri. Konsep politik luar negeri yang digunakan oleh negara Indonesia adalah politik bebas aktif. Bebas dalam arti bebas menentukan sikap ke masalah-masalah internasional dan lepas dari pengaruh blok timur dengan paham komunisnya dan blok barat dengan paham liberalnya. Sedangkan arti kata aktif adalah selalu aktif dalam membina perdamaian dunia internasional. Nggak cuma omong kosong saja, Indonesia juga menunjukkan tindakan tegasnya. Sudah banyak tindakan yang dilakukan Indonesia untuk mewujudkan teori bebas aktifnya, seperti:1. Sebagai Penyelenggara Konferensi Asia-Afrika atau KAA pada Tahun 1955. KOnferensi ini kemudian menghasilkan deklarasi bandung. Konferensi ini dihadiri oleh banyak negara Asia-Afrika yang merasa senasib. 2. Sebagai salah satu pendiri Gerakan Non Blok atau GNB pada Tahun 1961. Gerakan ini muncul untuk meredakan ketegangan yang ada diantara blok timur dan blok barat yang berbeda pemikiran. Blok timur dengan paham komunisnya sedangkan blok barat dengan paham libaralnya. 3. Aktif ikut mendirikan Asociation of South East Asian Nation atau ASEAN yang merupakan organisasi politik diantara negara-negara Asia Tenggara. Anggota ASEAN antara lain: Malaysia, Filipina, Thailand, Kamboja, Laos, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, dan Myanmar. Baru-baru ini, Timor Leste juga mendaftar menjadi anggota ASEAN yang ke 11. 4. Ikut menyelesaikan konflik di Kamboja, perang saudara di Bosnia, pertikaian antara pemerintah Filipina dan Bangsa Moro. Ternyata, sudah banyak hal yang dilakukan oleh Indonesia dalam mewujudkan pikiran konsep politik luar negerinya yang bebas aktif. Nah, sekarang kamu tertarik bukan?
Bebas aktif, dua kata penuh arti buat bangsa Indonesia
Kalau sebuah negara itu diibaratkan jadi seseorang, pasti negara itu butuh berhubungan dengan negara lain.
Advertisement