Sayang sekali, R&D All New Rush-Terios dilakukan di Jepang!

Sabtu, 25 November 2017 09:50 Reporter : Syakur Usman
Sayang sekali, R&D All New Rush-Terios dilakukan di Jepang! Eiji Fujibayashi, Chief Engineer Rush - Terios. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Toyota dan Daihatsu Indonesia perlu waktu hampir 11 tahun untuk meluncurkan All New Rush dan Terios pada akhir tahun ini. Terbilang lama sebenarnya pengembangan generasi kedua mobil kembar di segmen low SUV yang lahir pada 2006.

Namun, seperti apa sebenarnya proses pengembangannya, Merdeka.com mewawancarai Eiji Fujibayashi, Chief Engineer mobil kembar ini usai peluncuran kedua mobil di Jakarta, kemarin (23/11).

Menurut orang Jepang yang pernah tinggal di Jakarta selama 1,5 tahun ini, sejatinya proses Rush-Terios generasi kedua dimulai dua tahun lalu. Proses rancang-bangunnya atau research and development (R&D)-nya sendiri dilakukan di Jepang.

Kata Fujibayashi-san, All New Rush-Terios menggunakan platfrom mobil keluarga (MPV) Toyota Avanza dengan penambahan fitur-fitur khusus mobil low SUV. Seperti hill start assist control (HSA) dan vehicle stability control (VSC). Namun semua komponen berubah total dibandingkan model lawasnya, dengan bobot mobil lebih berat belasan kilogram, karena dimensinya lebih panjang 230 milimeter menjadi 4.435 milimeter.

"Insinyur Indonesia datang ke Jepang untuk melihat rancangan produk dari insinyur Jepang. Kemudian hasil rancangan tersebut dibawa pulang ke Indonesia untuk dilakukan survei kepada konsumen otomotif Indonesia. Kesan-kesan dari konsumen Indonesia itu dibawa lagi ke Jepang untuk dibuat lagi desain yang lebih sempurna hingga akhirnya disepakati model final seperti yang diluncurkan sekarang," ujar Fujibayashi.

Karena proses pengembangannya seperti itu, kata dia, sulit baginya untuk memaparkan kontribusi atau peran Indonesia di proyek ini. Seperti jumlah insinyur Indonesia yang terlibat, komponen kendaraan yang didesain oleh insinyur Indoesia, dan sebagainya. Sederhananya, ini hasil kerja sama insinyur Jepang dan Indonesia.

"Tapi seingat saya, ada desainer Indonesia yang dilibatkan dan insinyur Indonesia yang fokus pada bagian bodi kendaraan," ujarnya.

Pertama kali meluncur di Indonesia pada 2006, total penjualan Rush sejak Desember 2006 hingga Oktober 2017 mencapai lebih dari 250.000 unit. Ini menjadikan Toyota Rush menjadi kendaraan paling sukses di segmen low SUV di Tanah Air. Tapi sayang, R&D-nya masih dilakukan di Jepang, dengan peran Indonesia yang kurang terang.

Agus Tjahajana, Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Bidang Industri Otomotif, sebelumnya berpendapat setiap produk manufaktur seperti otomotif mempunyai fasilitas R&D. Sayangnya, di Indonesia, belum banyak yang memiliki fasilitas R&D menyeluruh, seperti milik PT Astra Daihatsu Motor (ADM) di Karawang, Jawa Barat.

Kata Agus, potret R&D produk otomotif terkini di Indonesia adalah bagian-bagian tertentu dibuat di Jepang bersama-sama. Jadi para insinyur Indonesia datang ke Jepang untuk melakukan kegiatan pengembangan produk di sana. Untuk itu, PII mendorong prinsipal membangun R&D di Indonesia.

Indonesia selama ini hanya dikenal di bidang produksi produk otomotif dan bukan di pengembangan produk. PII ingin pabrikan otomotif memiliki fasilitas R&D di Indonesia, sehingga Indonesia menjadi pemenang di industri otomotif global.

"Jika fasilitas R&D di Indonesia, benefitnya semakin banyak insinyur Indonesia yang terlibat. Kemudian komponen lokal yang digunakan pun semakin tinggi. Kita percaya industri otomotif memiliki multiplayer effect sangat besar sehingga dikembangkan dan prioritas di Tanah Air," ucapnya.

Empat Selling Point

Menurut Fujibayashi, ada empat selling point All New Rush di Indonesia. Pertama, high end quality, ini terkait desain eksteriornya. Kedua, high quality and utility interior berkat desain baru kluster meter, head unit, penggunaan bahan lembut di dasbor, dan lain-lain. Ketiga, Powerfull performance yang meliputi ground clearance tinggi hingga 220 milimeter dan penggerak roda belakang yang tangguh untuk medan tanjakan. Dan keempat, Safety and toughness, ini berkat fiur keamanan yang melimpah seperti hill start assist control (HSA) dan vehicle stability control (VSC), emergency brake signal (EBS) dan antilock braking system (ABS), dan uji tabrak internal yang setara ASEAN NCAP.

"Uji tabrak internal kami lakukan pada Agustus lalu. Hasilnya, saya puas. Lihat saja mimik saya," ujarnya sambil tersenyum lebar.

All New Rush menggunankan mesin berkapasitas 1.500 cc, tapi kini disematkan teknologi Dual VVT-i. Tujuannya untuk memberikan performa memadai dan konsumsi bahan bakar yang optimal. Mesin dengan kode 2NR-VE mengembuskan tenaga 104 ps dan 136 Nm yang mencukupi untuk perjalanan urban serta berpetualang ke luar kota.

Line-up All New Rush hadir dengan empat pilihan dari 2 tipe, yaknui G dan TRD Sportivo, masing-masing bertransmisi manual 5-speed dan otomatis 4-speed. Sayang harga jualnya baru diumumkan Januari 2018. [ega]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini