Healing Hypnotherapy Dinilai Mampu Mengurangi Tingkat Stres dan Kecemasan

Ada yang menempuh jalur lurus tanpa hambatan, tapi banyak pula yang harus melewati tanjakan curam, tikungan tajam, bahkan jalanan berlubang.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
Healing Hypnotherapy Dinilai Mampu Mengurangi Tingkat Stres dan Kecemasan
Healing Hypnotherapy Dinilai Mampu Mengurangi Tingkat Stres dan Kecemasan (Merdeka.com)

Setiap ibu punya rute perjalanan yang berbeda. Ada yang menempuh jalur lurus tanpa hambatan, tapi banyak pula yang harus melewati tanjakan curam, tikungan tajam, bahkan jalanan berlubang yang membuat mereka harus berkali-kali menepi, menarik napas. 

Melalui program eksklusif Intimate Hypnotherapy, Mom Uung hadir sebagai 'rest area' tempat di mana para ibu pejuang ASI bisa berhenti sejenak, melepas beban, mengecek kembali "bensin" emosional mereka, dan kembali mengingat kenapa mereka memulai perjalanan ini dari awal. 

Acara ini digelar Sabtu, 10 Mei 2025, di Oakwood Kuningan Suites, Jakarta. Di sana, 30 peserta terpilih berkumpul—dari pejuang garis dua, ibu hamil, hingga ibu menyusui yang tengah kelelahan secara fisik dan mental. Mereka datang dengan “kendaraan” masing-masing: tubuh yang mulai kehabisan tenaga, hati yang kelelahan, dan pikiran yang terus mengebut tanpa arah. 

“Acara ini juga wujud dari komitmen Mom Uung, untuk gak cuma jadi sahabat perjalanan menyusui kalian, tapi juga bisa jadi rumah yang hangat dan nyaman untuk kalian pulang,” ucap Uung Victoria Finky, Founder Mom Uung. Sebuah sambutan yang terasa seperti GPS hati—mengantar para ibu kembali ke pusat kendali diri mereka sendiri. 

Sesi hypnotherapy menjadi momen paling krusial dalam "perjalanan" ini. Dipandu oleh Anisa Apriani, S.Psi., CHt., hipnoterapis bersertifikat yang sudah ahli dalam membaca “dashboard” emosi perempuan, para ibu diajak masuk ke mode slow drive. Lampu-lampu indikator stres dan trauma yang selama ini menyala, satu per satu dipadamkan dengan lembut melalui afirmasi dan meditasi mendalam. 

Beberapa ibu meneteskan air mata—seperti kaca depan yang dibersihkan dari kabut. Mereka mulai bisa melihat jalan lagi, menemukan kembali arah, dan menyadari bahwa mereka tak harus ngebut untuk sampai tujuan. Kadang, berhenti sebentar justru menyelamatkan segalanya. 

“Selama sesi tadi, saya merasa seperti baru diservis total. Rasanya lebih enteng, lebih tenang,” ujar seorang peserta dengan senyum lega. 

Kecepatan dan Arah di Tengah Era Digital yang Penuh Tekanan

Dua “navigator” inspiratif, Aulia Shafira dan Fanny Kondoh, juga ikut berbagi kisah tentang bagaimana mereka menyesuaikan kecepatan dan arah di tengah era digital yang penuh tekanan. Cerita mereka menjadi petunjuk arah yang relatable, membuat para ibu tak merasa tersesat sendirian.

Menariknya, healing ini tak berhenti di tempat parkir acara saja. Mom Uung juga menyediakan layanan konsultasi menyusui 24 jam gratis, sebuah “bengkel darurat” yang siap sedia kapan pun mesin mental para ibu mulai kepanasan.

Mom Uung bukan sekadar produsen ASI booster. Ia adalah co-driver yang tahu kapan harus bilang “lanjut pelan-pelan ya”, atau “yuk istirahat dulu”. Ia hadir dalam setiap kilometer perjalanan menyusui yang penuh tantangan, memberikan bahan bakar emosional, dan memperbaiki rem yang mulai aus karena terlalu sering menahan beban.

Dalam ruang healing ini, para ibu belajar bahwa mereka bukan kendaraan rusak yang harus dipaksa terus jalan. Mereka adalah pengemudi yang berhak memilih ritme sendiri. Bahwa menyusui bukan balapan, tapi perjalanan cinta yang layak dinikmati meski jalannya penuh tanjakan.

Dan saat mereka pulang dari acara ini, mereka membawa lebih dari sekadar goodie bag. Mereka membawa semangat baru, GPS yang disetel ulang, dan keyakinan bahwa perjalanan menjadi ibu tak harus dijalani sendirian. Ada komunitas, ada dukungan, dan ada cinta di setiap kilometer yang mereka tempuh.

Rekomendasi