Pandemi Covid-19 benar-benar memukul industri otomotif dunia, terutama tampak dari penjualan mobil hingga Maret tahun ini.
China yang menjadi pusat pandemi ini, melaporkan penjualan mobilnya anjlok sebesar 45,4 persen menjadi 2,9 juta unit, di kuartal I tahun ini dibandingkan periode sama tahun lalu.
Penjualan mobil model sport utility vehicle (SUV), sedan, dan minivan secara total hanya satu juta unit, menurut laporan China Assocoations of Automobile Manufactures, seperti dikutip dari Autopunditz.com, baru-baru ini. Sementara total penjualan mobil komersial (niaga) seperti truk dan bus turun 43,3 persen menjadi 1,4 juta unit.
Pandemi Covid-19 tampak sekali membuat pasar otomotif di benua biru (Eropa) terperosok. Misalnya, Italia yang paling terpukul pasar otomotifnya sejak pandemi ini. Pasar Italia dilaporkan turun sangat besar, yakni 86 persen. Kemudian Perancis penjualannya minus 72 persen dan Spanyol juga minus 69 persen.
India yang memiliki penduduk miliaran seperti China juga senasib. Penjualan mobilnya anjlok hingga 50 persen per Maret lalu.
Di belahan dunia lain juga demikian. Pasar mobil di Korea Selatan dilaporkan turun 15 persen, Jepang turun 9 persen, Brasil turun 22 persen, dan lain-lain.
Advertisement
Pasar Mobil Indonesia Juga Terperosok
Pasar Indonesia juga tidak bernasib lebih baik. Berdasarkan data penjualan dari pabrikan ke diler (whole sales) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor indonesia (Gaikindo), pasar mobil nasional turun 7 persen menjadi 236.825 unit di kuartal pertama tahun ini dibandingkan periode sama tahun lalu.
Dari total whole sales 236.825 unit, Toyota masih mendominasi pasar mobil Indonesia dengan volume 75.677 unit dan meraih pangsa pasar 32 persen. Daihatsu di peringkat kedua dengan pangsa pasar 18 persen.
Peringkat ketiga adalah Honda dengan volume 36.218 unit, disusul Mitsubishi Motors 33.557 unit, dan Suzuki 24.210 unit. Itulah kelompok lima besar pasar mobil Indonesia per kuartal I tahun ini.