Pihak Mercedes-Benz Indonesia mengaku akan mengikuti arahan pemerintah setelah Kementerian Sekretariat Negara menyampaikan pembatalan penggunaan Mercy sebagai mobil pejabat kabinet pemerintahan mendatang.
Pihak Mercedes-Benz Indonesia pun menyanggah terkait soal kerugian dari pihak mereka, termasuk evaluasi target atau hal lain yang sudah disiapkan dalam hal menang tender.
"Semuanya kami serahkan ke pemerintah. Soal target dan lainnya tidak ada," ujar Elvera Makki, Deputy Director Corporate Communication and Public Affair PT Mercedes-Benz Indonesia kepada otosia.com, Kamis (11/9).
Sebelumnya, pemerintah sudah menetapkan Mercedes-Benz sebagai pemenang lelang pengadaan mobil dinas menteri, pejabat setingkat menteri, mantan presiden, dan mantan wakil presiden dengan nilai tender sebesar Rp 91,94 miliar untuk Mercedes-Benz E-Class 400 sebanyak 72 mobil.
Diberitakan bahwa pembatalan ini dilakukan setelah rencana pembelian mobil mewah itu menjadi pembicaraan di publik.
(kpl/why/rd)
Advertisement