Ini kebiasaan buruk saat mematikan mesin mobil dapat menyebabkan umur mesin menjadi lebih pendek.

Menjaga kebiasaan baik dalam merawat mobil merupakan kunci untuk memperpanjang usia mesin dan mencegah kerusakan yang tidak diinginkan.

Djoko Poerwanto
Oleh Djoko Poerwanto - Reporter
Ini kebiasaan buruk saat mematikan mesin mobil dapat menyebabkan umur mesin menjadi lebih pendek.
Melakukan kebiasaan buruk yang sering mematikan mesin mobil dapat mengurangi umur mesin secara signifikan. (Merdeka.com)

Menghentikan mesin mobil secara tidak benar secara terus-menerus dapat memperpendek umur mesin

Untuk memperpanjang usia mesin dan mencegah kerusakan yang tidak diinginkan, menjaga kebiasaan baik dalam merawat mobil sangatlah penting.

Agar mobil kesayangan tetap awet dan tidak mudah rusak, kita tetap memilih menggunakan mobil saat hujan untuk melaksanakan rutinitas tanpa hambatan.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh pengendara mobil saat mematikan mesin mobil, meskipun terdengar umum, sebenarnya tidak bermanfaat bahkan dapat merusak kendaraan.

Keadaan yang Tidak Baik Saat Mematikan Mesin Mobil

Keadaan yang Tidak Baik Saat Mematikan Mesin Mobil
© 2024 Mobil.co.id

Sebelum Mematikan Kunci Kontak, Sering Menggeber Mesin

Menghidupkan mesin tanpa mematikan kunci kontak terlebih dahulu dapat menyebabkan tekanan berlebih pada sistem bahan bakar dan komponen mesin lainnya. Akibatnya, mesin dapat mengalami penurunan umur dan kinerja yang tidak optimal. Selain itu, saat mesin berputar pada RPM tinggi, kebutuhan oli untuk melumasi piston juga meningkat, sehingga penggunaan oli mesin menjadi lebih cepat dan tidak perlu.

Sebelum mematikan mesin, jangan lupa mematikan AC

Jika mesin mobil dimatikan tanpa mematikan sistem pendinginan atau AC terlebih dahulu, maka suhu mesin dapat tiba-tiba meningkat. Hal ini bisa berdampak buruk pada komponen mesin yang mungkin mengalami kontraksi mendadak, sehingga menyebabkan kerusakan pada bagian-bagian penting.

Dok. Istimewa
© 2024 Liputan6.com

Selain itu, agar umur baterai mobil tidak terpengaruh, sebaiknya matikan sistem pendinginan atau AC sebelum mematikan mesin mobil. Dengan demikian, suhu mesin akan turun secara bertahap dan mencegah potensi kerusakan.

Saat ingin mematikan mesin, posisi setir tidak dalam posisi lurus

Saat ingin mematikan mesin, posisi setir tidak dalam posisi lurus
© 2024 Kompas Otomotif

Keselamatan adalah hal yang pertama-tama terkait jika posisi setir tidak lurus.

Pada saat pengemudi sedang terburu-buru dan setir tidak dalam posisi lurus, mereka mungkin tidak menyadari atau bahkan panik karena kendaraan tidak bergerak sesuai arah yang diinginkan. Di sisi lain, jika fluida pada tipe power steering tidak jernih, hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan tekanan antara sisi yang satu dengan sisi yang lain. Akibatnya, sistem power steering dapat mengalami kebocoran.

Menghidupkan Lampu dan Audio

Jika lampu atau sistem audio tetap menyala saat mesin mobil dimatikan, maka sistem listrik dapat terbebani tambahan.

Apakah Mobil Perlu Tetap Menyala untuk Distribusi Pelumas ke Bagian Mesin?
Jika mobil tetap menyala, distribusi pelumas ke bagian mesin akan terus berlanjut. Selain itu, hal ini dapat mencegah kerusakan pada komponen-komponen penting yang ada pada bagian mesin.

Apakah Perlu Memanaskan Mobil Setiap Hari?
Hal tersebut tidaklah diperlukan. Pada mobil-mobil dengan teknologi terbaru, memanaskan mobil tidak perlu dilakukan setiap hari.

Dok. Istimewa
© 2024 Suzuki Duta

Berapa lama sebaiknya mobil dipanaskan sekali dalam sehari? Secara umum, mobil tidak perlu dipanaskan setiap hari, terutama jika mobil baru atau masih relatif baru. Cukup memanaskan mobil antara 7 hingga 10 hari saja.

Apakah diperlukan memasukkan gas saat memanaskan mobil? Yang harus Anda ingat saat memanaskan mobil adalah jangan menekan atau memainkan pedal gas.

Rekomendasi