Misteri jahitan di jasad Mr X

Kondisi saat datang ke pemakaman, jenazah dalam keadaan tidak utuh. Ada banyak jahitan seperti karung goni.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Misteri jahitan di jasad Mr X
Makam Mr X. ©2015 Merdeka.com/Zulatsari

"Kalau sudah sampe sini sudah kaya bekas praktik semua. Ada bekas jahitan karung semua," ujar Masim, 50 tahun sambil menunjuk bagian kepala, dada dan perutnya mencontohkan kondisi jenazah tunawan bakal dikubur di Tempat Pemakaman Umum Pondok Rangon, Jakarta Timur.

"Sudah diacak-acak semua. Rumah Sakit Cipto kaya enggak tahu saja, pake praktik apaan tahu," katanya menjelaskan.

Masim memang bukan orang baru ketemu mayat. Pekerjaannya sebagai penggali kubur di Tempat Pemakaman Umum Pondok Rangon, Jakarta Timur sudah dia lakoni lumayan lama. Masim bekerja sebagai tukang gali kubur bersama tiga orang temannya. Saban hari dia menyiapkan liang lahat sesuai pesanan Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta.

Dia menuturkan jika proses pemakaman jenazah Mister X atau biasa disebut tunawan datang saban jam 12 siang. Saban hari ada dua atau tiga mobil jenazah membawa jasad Mister X buat di kuburkan. Kondisi mayat itu menurut Masim memang memprihatinkan. Bau busuk menyengat hidung ketika pintu mobil jenazah baru dibuka. Padahal mobil itu berhenti sekitar 300 meter dari tempat masim berpijak.

"Wah bau-nya ambreng-ambrengan. Pernah sekali dateng 15 jenazah, tapi dalam peti biasa, kalau penguburan mah rapi," tutur Masim.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kondisi saat datang menurut Masim, jenazah dalam keadaan tidak utuh. Meski sudah dibalut kain kafan, ada saja bagian tubuh jenazah itu terlihat. Misal jahitan pada bagian kepala, dada dan perut tidak jarang nampak dari tunawan malang itu. Bapak dari enam orang anak ini menduga jika sebelum sampai dibawa ke pemakaman untuk dikebumikan, tunawan itu telah menjadi bahan praktikdari calon-calon dokter. Sebab tidak sedikit mayat yang isi perutnya hilang.

"Sudah kosong enggak tahu ke mana," ujar Masim.

Penuturan Masim bisa jadi ada benarnya. Seorang mahasiswi Universitas Indonesia bernama Asri membenarkan jika saban praktik bedah memang menggunakan jenazah. Namun dia tidak mengetahui dari mana jasad buat praktik itu didapat. Karena saban melakukan praktik bedah mayat, jenazah yang menjadi bahan praktik sudah disediakan oleh pihak kampus.

Buat biaya praktik bedah mayat itu, beban bayar sudah dimasukan ke dalam biaya kuliah. "Cadaver enggak harus tiap angkatan baru. Kalau biaya paling bayar uang kuliah untuk perawatannya (jenazah) gitu. Kan jenazah mesti dirawat," ujar Asri saat di temui di kantin Universitas Indonesia Salemba, Jakarta Pusat, Kamis pekan kemarin.

Cadaver merupakan istilah bagi mahasiswa kedokteran buat praktik bedah mayat. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cadaver adalah istilah mayat yang diawetkan. Biasanya buat mahasiswa atau mahasiswi baru kedokteran sedang orientasi, ada pengenalan soal Cadaver. Mereka disuruh menghitung gigi mayat atau berjabat tangan dengan mayat. Untuk praktik bedah mayat, biasanya mahasiswa melakukan anatomi bagian organ tubuh mayat.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1981 tentang Bedah Mayat Klinis dan Bedah Mayat Anatomis serta Transplantasi Alat atau Jaringan Tubuh Manusia, membolehkan jenazah tanpa identitas dipergunakan untuk kepentingan pendidikan kedokteran. Tentunya harus memenuhi syarat, seperti surat dari Kepolisian yang menyatakan jenazah tersebut tidak ada identitas dan keluarganya. Bedah Anatomi tersebut dapat dilakukan di rumah sakit atau bangsal anatomi suatu fakultas kedokteran di bawah pimpinan dan tanggung jawab langsung seorang ahli urai.

Ketika dikonfirmasi mengenai kondisi jenazah tanpa identitas dijadikan bahan praktik mahasiswa Kedokteran, pihak RSCM membantah. Menurut, Staf Bagian Forensik dan Medikolegal RSCM, Oyon Royani, setiap tunawan atau jenazah Mister X disimpan di kamar mayat sambil menunggu ada keluarga yang mengakui. Biasanya, setelah dua hari berada di RSCM, dokter akan melakukan pemeriksaan luar dan pendataan jenazah.

Tahap selanjutnya, RSCM akan mengeluarkan surat kematian untuk diserahkan kepada Kepolisian. Surat tersebut sebagai bukti jenazah tidak memiliki keluarga dan akan dikuburkan. Sebelum dibawa oleh TPU, rumah sakit melakukan pendataan terakhir, seperti foto, ciri-ciri anggota tubuh dan pakaian terakhir digunakan.

"Kami simpan (tunawan) di ruang pendingin. Setelah waktu yang ditentukan kami turunkan dari pendingin untuk diotopsi oleh dokter kami," ujar Oyon saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis pekan kemarin.

"Habis itu dikafankan, dan jenazah kita kuburkan. Saat sudah terkumpul tiga sampai empat orang kami telepon Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI, nanti beliau akan membawa ke TPU sampai di makamkan," pungkasnya.

Rekomendasi