Djubair si profesor tanpa gelar

"Beberapa menjadi guyonan gelar OD kepanjangan dari orang desa," ujarnya tertawa.

Pramirvan Datu Aprillatu
Djubair si profesor tanpa gelar
Djubair Oemar Djaya. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Tidak jelas apa penyebabnya, tapi mata Djubair Oemar Djaya nampak sudah memutih. Tapi yang pasti, isyarat usia sudah tua nampak jelas dari kulitnya yang keriput dengan uban menutupi kepala. Hampir separuh umurnya, pria dua anak ini telah memberi sumbangsih bagi perkembangan teknologi pesawat terbang di Indonesia. Konon, Djubair mulai disandingkan dengan para profesor di bidang penerbangan lainnya. Dia pernah dilibatkan oleh almarhum mantan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Profesor Said D Jennie dalam tim proyek pembuatan pesawat jenis Wings In Surface Effect (WISE).Djubair mengaku sedikit minder karena dalam kontrak kerja cuma namanya saja tak memakai gelar dalam tim. Semua rata rata bergelar profesor dan insinyur."Cuma nama tengah dan belakang saya disingkat menjadi OD Djubair, NIP saya ditulis sesuai nomor telepon rumah. Beberapa menjadi guyonan gelar OD kepanjangan dari orang desa," ujarnya tertawa kepada merdeka.com di bengkel kerjanya, Tangerang, pekan lalu. Di dalam perekayasaan tim yang dilaksanakan secara bersama oleh BPPT, ITS, ITB dan PTDI itu, konsep kapal bersayap memanfaatkan fenomena efek permukaan, yaitu bantalan udara dinamik yang timbul ketika wahana terbang sangat rendah di atas permukaan."Daya dorong terjadi di antara permukaan laut dengan kapal membuat daya dorong lebih cepat," ujar Djubair.Namun perdebatan sengit muncul. Dua elit kampus mempertahankan dalilnya masing-masing. Di permukaan air tak bisa menyatunya antara aerodinamika dan hydrodinamika. Djubair coba merancang agar kapal bisa seimbang dan stabil saat meluncur."Ngotot keduanya. Mereka mempertahankan analisanya masing masing," katanya. Setelah berkali kali gagal Profesor Said pernah membawa prototipe WiSE ke bengkelnya buat merancangnya kembali.WiSE memang dirancang untuk lepas landas dan mendarat di air sehingga hanya membutuhkan dermaga buat landasan. Pesawatnya juga digunakan antar pelabuhan ke pelabuhan.Namun, sampai proyek pengembangan selesai Djubair tak pernah dilibatkan kembali. Dia juga tak berharap banyak bagi otoritas terkait. Namun kini ia merasa belum memberikan sumbangan berarti bagi bangsa ini."Saya tak pernah berharap negara memberi apa, namun apa yang sudah saya berikan untuk bangsa ini," ujarnya. Menurut Djubair, Profesor Jennie merupakan kaderan dari mantan Presiden B.J Habibie. Semuanya berorientasi pada inovasi.Selain itu, Djubair bekerja buat BPPT dalam Penelitian Pembuatan dan Pengembangan Pesawat Tanpa Awak (PUNA) Srikiti, Alap-Alap, Gagak, Gelatik serta Wind Turbine bagi industri. Terakhir dia juga sedang merampungkan Membuat Hovercraft dan Airboat Bersayap, serta merancang dan membuat propeller untuk pesawat ringan.

Rekomendasi