Putus asa sempat menghampiri hidupnya. Melahirkan buah hati pertama, kehidupan rumah tangganya bertahan hanya sekilas sambaran kilat. Perpisahan jadi jalan terakhir harus dilakoni. Dari pengalaman hidupnya sendiri, pendiri komunitas orang tua tunggal akhirnya berdiri menaungi janda dan duda bersama titipan ilahi.Perempuan itu, Titi Atmojo, tidak pernah membayangkan kondisi setelah hakim mengetukkan palu di pengadilan agama. Mentalnya hancur lebur, bingung kepada siapa harus mencurahkan isi hatinya. Teman sekalipun keluarga tidak akan mendapatkan jawaban memuaskan pikirannya. Orang disekitarnya belum pernah merasakan pengalaman pahitnya. Sejak saat itu dia mulai berpikir dan mencari pelabuhan isi hati dengan kaum hawa senasib.Tepat tujuh tahun lalu, Titi mencoba mengetik kata kunci berbahasa Inggris, single parents,melalui mesin pencari google. Hasilnya sebuah blog dengan konsentrasi permasalahan orang tua tunggal sudah dikelola lebih dulu oleh lelaki bernama Cahjo Dwi."Nah, dari Internet saya ketemu sama Mas Cahyo pengelola blog single parents," katanya saat ditemui merdeka.com di Jakarta Selatan kemarin. "Dia memang sering mendapatkan kasus atau masalah seputar kehidupan orang tua tunggal dengan perkembangan sang anak." Titi harus segera menyiapkan sebuah penjelasan kepada anak perempuannya tanpa harus menutupi atau membohongi dia. "Pasti akan muncul pertanyaan dimana papa? Rata-rata teman sekolahnya diantar sekolah sama orang tua lelaki," ujar perempuan asli Solo ini. Dia sudah menutup lembaran masa lalunya dan menjalani hidup sebaik mungkin bersama putri semata wayangnya.Pendiri komunitas lainnya, Cahjo Dwi, awalnya biasa menjadi penasihat bagi teman-teman wanitanya mempunyai masalah hamil di luar nikah. Lalu blognya menjadi unggahan berbagai masalah rumah tangga. Keduanya kemudian membuka milis bernama indosingleparent@yahoogroups.com dan blog di indosingleparent.blogspot.com. "Semua anggota awalnya merasa tertutup. Apalagi penilaian orang atas kondisi orang tua tunggal, pastilah sulit," ujar Cahyo. "Dengan adanya blog ini semuanya kemudian bisa membuka diri." Tercatat anggotanya mencapai seribu orang dari penjuru Indonesia sampai keluar negeri, seperti Singapura dan bahkan Yunani.