Chesca Miles, nyali berani diadu

Model pernah tampil di majalah Vogue ini sudah tiga tahun menekuni gaya bebas sepeda motor.

Aryo Putranto Saptohutomo
Chesca Miles, nyali berani diadu
Chesca Miles (flickr.com)

Dunia motor lekat dengan kesan maskulin. Jarang ada perempuan betah dekat-dekat dengan komunitas ini. Selain kadang dipandang sebelah mata, persaingan  dan pergaulan komunitas roda dua tergolong keras. Alkohol, balapan liar, hingga tindak kriminal menjadi alasan kaum hawa berpikir berulang kali terlibat dengan dunia itu.Tapi seorang perempuan di Inggris membalik fakta itu. Francesca Guila Maria Miles atau lebih tenar dipanggil Chesca Miles mematahkan mitos dominasi pria di dunia roda dua itu. Dia merupakan pegaya bebas sepeda motor profesional wanita sekaligus model, pemandu acara televisi, penyanyi, dan penulis lagu berbakat. Chesca lahir pada 27 Agustus 1990 di wilayah Roehampton, Ibu Kota London, Inggris. Dia anak kedua dari tiga bersaudara. Sejak kecil dia jatuh hati dengan dunia otomotif. Dia mengatakan keluarganya memang pecandu olahraga otomotif dan sering mengajak dia ke kejuaraan balap go-kart lokal.Karena Chesca perempuan, dia mengaku kesepian dan sedikit iri saat kedua saudara lelakinya memutuskan terjun serius ke dunia balap. Kakaknya mengikuti ajang balap pendukung Superbike Inggris, adiknya terlibat di go-kart.Saat beranjak remaja, gadis berambut kecoklatan ini menjajal dunia model. Dia mulai berlenggak-lenggok di atas panggung busana pada umur 15 tahun. Setahun kemudian, wajah Chesca tercetak di buku katalog beberapa desainer ternama. Dia tahun lalu tampil dalam rubrik foto majalah mode ternama, Vogue. Hal itu sangat pantas mengingat paras dia memang menawan.Walau menjadi model, Chesca tidak bisa jauh dari dunia otomotif. Saat usia 13, dia memiliki satu motor minimoto dan sebuah Aprilia RS125 berwarna putih untuk dipakai balapan. Tetapi harapannya buyar ketika mengetahui terdapat retakan pada rangka motornya. Pemeriksa teknik tidak meloloskan motornya dan dia gagal balap."Rasanya kesal sekali," tulis Chesca dalam situsnya, www.chescamiles.com.Pada umur 14, dia masuk ke sekolah pelatihan sepeda motor dan merasa senang setiap hari bisa dekat dengan kuda besi. Tetapi karena belum cukup umur, dia hanya mengendarai Suzuki GN 125. Dia benci mengendarai sepeda motor itu karena akselerasinya tidak seperti yang diharapkan. Chesca mulai belajar trik gaya bebas sepeda motor karena beberapa teman prianya melakukan hal itu dan serius menekuni. Saat 17 tahun, dia dapat membeli sepeda motor Yamaha YZF Fazer berkapasitas 600 cc dari upah menjadi model. Setahun berselang, Chesca berhasil mendapat Honda CBR 600F4i. Dengan motor baru itu, dia belajar trik dasar gaya bebas sepeda motor. Saat ulang tahun ke-19, beberapa temannya menghadiahi sepeda motor mini untuk dia gunakan mengasah keterampilan gaya bebas. Sejak 2010, Chesca Miles bergabung dengan tim Stunt Starz bermarkas di London. Mereka sudah sering menghadiri berbagai festival atraksi sepeda motor di negara itu.Walau baru tiga tahun serius menekuni gaya bebas sepeda motor, Chesca mengaku tidak canggung dan tergolong berani melakukan triknya. Teknik kegemarannya adalah drifting, yakni membuka gas lebar, sedikit menahan rem depan hingga ban belakang sepeda motor berputar di tempat dan tidak memiliki cengkeraman ke aspal, lalu setelah itu melepas sedikit tuas rem depan dan motor akan berjalan membuang ke kiri dan kanan.Di sela kesibukannya sebagai model dan pegaya bebas sepeda motor, Chesca yang kini 22 tahun masih sempat menyalurkan hobi musiknya. Lima lagu sudah dia rekam di bawah naungan Rodel Records. Ada beraliran jazz dan pop. Semua lagu itu dapat didengar di dalam situs pribadinya. Bahkan ada satu lagu khusus untuk ibunya.Perempuan bermoto "Hidup terlalu pendek. Jangan menyesal," ini juga menolak diskriminasi terhadap pengendara motor perempuan karena kemampuan mereka sering dianggap sebelah mata. Menurut dia, kegiatan bermotor terbuka bagi siapa saja dan tidak perlu ada pembedaan.

Rekomendasi