Cara Menghitung Masa Subur Pria, Penting saat Sedang Promil

Terdapat beberapa faktor yang bisa memengaruhi masa subur pria. Di antaranya adalah usia dan suhu lingkungan. Dengan mempelajari bagaimana cara menghitung masa subur pria, bersama-sama Anda dan pasangan dapat mempercepat proses kehamilan.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
Cara Menghitung Masa Subur Pria, Penting saat Sedang Promil
Ilustrasi dokter. ©2012 Merdeka.com

Tak hanya wanita, pria pun memiliki masa subur yang penting untuk diketahui. Terutama jika Anda dan pasangan sedang menjalani promil atau program kehamilan, menghitung masa subur baik dari pihak wanita maupun pria sangat krusial adanya.

Terdapat beberapa faktor yang bisa memengaruhi masa subur pria. Di antaranya adalah usia dan suhu lingkungan. Dengan mempelajari bagaimana cara menghitung masa subur pria, bersama-sama Anda dan pasangan dapat mempercepat proses kehamilan.

Jadi, mulai saat ini Anda tak perlu melimpahkan semua tanggung jawab mengenai masalah kesuburan hanya pada wanita saja. Sebab tak bisa dimungkiri bahwa dalam budaya masyarakat kita, kesuburan diidentikkan dengan wanita.

Mulai sekarang, perbanyak lagi edukasi mengenai masa subur pria sebab masa subur pria juga berpengaruh besar terhadap pembuahan. Dilansir dari berbagai sumber, berikut informasi selengkapnya mengenai bagaimana cara menghitung masa subur pria yang wajib diketahui.

Cara Menghitung Masa Subur Pria

Seperti yang telah disinggung di atas, masa subur pria dapat ditentukan berdasarkan beberapa hal seperti usia dan musim yang memengaruhi suhu lingkungan. Ya, cara menghitung masa subur pria memang agak berbeda dengan wanita. Berikut faktor-faktor yang digunakan sebagai cara menghitung masa subur pria:

1. Usia

Diskursus mengenai pria yang dianggap tidak memiliki batas masa subur dan dapat membuahi sel telur hingga usia berapa pun bukanlah hal yang benar adanya. Faktanya, masa subur pria sangat dipengaruhi oleh usia.

Memang pada beberapa kasus, ada contoh pria lanjut usia yang bisa membuahi sel telur dengan sukses. Namun hal ini tak sering terjadi dan ada banyak faktor penunjang yang ikut berperan di dalamnya. 

Diketahui, kualitas sperma pria yang paling baik berada di rentang usia 30-35 tahun. Memasuki usia 40 tahun, kualitas sperma akan menurun secara drastis dan kala menginjak usia 55 tahun, kualitas sperma berada dalam kondisi yang paling buruk.

2. Musim dan Waktu

Musim memengaruhi suhu udara yang beredar di lingkungan. Musim dan waktu adalah faktor lain yang digunakan sebagai cara menghitung masa subur pria. Bagaimana musim dan suhu berpengaruh pada masa subur pria?

Diketahui, waktu subuh hingga pagi hari saat musim dingin atau saat suhu udara sekitar lebih rendah dari biasanya, merupakan waktu di mana masa subur pria berada di puncaknya. Testis adalah organ yang sangat sensitif terhadap suhu ruang. 

Suhu yang rendah juga sangat berpengaruh terhadap kualitas sperma pria. Semakin rendah suhunya, maka kualitas sperma akan menjadi lebih baik dan sebaliknya. Subuh dan pagi hari adalah saat di mana suhu sedang rendah-rendahnya. Akan lebih baik lagi jika sedang musim hujan di mana suhu juga rendah sepanjang hari diserta hawa yang dingin.

Cara Mengetahui Tingkat Kesuburan Pria

Selain usia dan suhu, intonasi suara juga dapat menjadi indikator tingkat kesuburan pria. Dalam penelitian yang dilakukan oleh University of Western Australia, diketahui bahwa pria dengan intonasi suara yang rendah umumnya memiliki kualitas sperma yang rendah pula. Tingkat testosteron adalah hal yang digunakan untuk menjelaskan teori ini.

Sperma diproduksi oleh pria sejak memasuki usia pubertas, yakni sekitar usia 12-13 tahun. Produksi sperma pria aan terus terjadi hingga di usianya yang lanjut. Jadi, sampai usia tua pun pria masih mampu memproduksi sperma dan berkemungkinan mampu membuahi sel telur. Namun, tak semua sperma pria lanjut usia berkualitas baik dan subur.

Ada cara tertentu untuk menentukan kualitas sperma, di antaranya adalah uji laboratorium. Dilansir dari Liputan 6, uji laboratorium terhadap sperma meliputi volume, pH, warna, jumlah dan bentuk spermatozoa, gerak sperma, hingga baunya. Sperma yang normal dan sehat akan menunjukkan hasil sebagai berikut:

  • Volumenya 2 ml atau lebih.
  • Jumlah spermatozoa sekitar 20.000.000 per milimeter.
  • Gerakannya gesit dan baik, paling sedikit sekitar 30% dari seluruh sperma yang dikeluarkan harus bisa bergerak dengan cepat.
  • Minimal memiliki 30% sperma yang berukuran normal dari keseluruhan yang dikeluarkan saat ejakulasi.
  • Tingkat keasaman (pH) berada pada kisaran 7,2 sampai 8.
  • Berwarna kelabu pucat.
  • Memiliki bau yang khas.
Rekomendasi