Banyak Warga Isolasi Mandiri di Rumah Meninggal, DPRD Surabaya Minta Ini

DPRD Kota Surabaya meminta pemerintah kota menambah ambulans sebagai respons banyaknya warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah meninggal dunia. Ini alasannya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Banyak Warga Isolasi Mandiri di Rumah Meninggal, DPRD Surabaya Minta Ini
Pemakaman Pasien Covid-19 di TPU Rorotan. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

DPRD Kota Surabaya meminta pemerintah kota menambah ambulans sebagai respons banyaknya warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah meninggal dunia.

"Hampir setiap hari, kami mendapatkan banyak keluhan terkait penjemputan oleh ambulans jenazah Dinsos melalui Call Center 112 di mana waktu tunggunya bisa sampai empat jam lebih," tutur Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Khusnul Khotimah di Surabaya, Selasa (13/7/2021).

Lonjakan Kasus Covid-19

Khusnul mengungkapkan, setiap hari kasus positif Covid-19 di Kota Pahlawan mengalami lonjakan. Bahkan, lanjut dia, berdasarkan data yang diterimanya pada Senin (12/7/2021), akumulasi kasus positif Covid-19 di Kota Surabaya mencapai 26.101 orang. Sebanyak 963 di antaranya masih menjalani perawatan medis.  

Lonjakan kasus positif Covid-19 membuat pelayanan ambulans yang mengantar jenazah maupun pasien yang dirujuk ke rumah sakit mengalami antrean.

Selain itu, Khusnul mengungkapkan bahwa pemakaman jenazah dengan cara protokol kesehatan juga menjadi permasalahan bagi pemkot. Melihat banyaknya warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah meninggal dunia.

Keterbatasan Ambulans

Keterbatasan jumlah armada ambulans dan sopir, lanjutnya, juga menjadi salah satu kendala yang membuat pelayanan kurang responsif di tengah pandemi.

"Pelayanan ambulans jenazah sebagai fokus permasalahan yang harus dicarikan solusi bersama," ungkapnya, dikutip dari liputan6.com.

Oleh karena itu, Khusnul mengusulkan supaya pemkot menambah jumlah armada dan memperbaiki ambulans jenazah yang rusak. Dengan demikian, diharapkan bisa melayani warga secara optimal dan tidak ada lagi kabar warga menunggu kedatangan ambulans dalam jangka waktu lama.

Sulap Mobil Dinas Jadi Ambulans

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sempat memerintahkan Kepala Bagian Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Aset Kota Surabaya Noer Oemarijati untuk menyulap beberapa mobil dinas menjadi ambulans.

"Ibu tolong nanti kursi yang bagian belakang diambil saja. Lalu tambahkan sirine di atasnya. Kita gunakan mobil dinas untuk ambulans," tuturnya.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto menyatakan bahwa Pemkot  Surabaya telah menambah armada mobil ambulans untuk Tim Gerak Cepat (TGC) yang terbagi di 7 wilayah Surabaya.

"Ditambah juga dari Dinsos yang sebelumnya hanya 7 ambulans menjadi 10 ambulans," ungkapnya.

Selain itu, imbuh dia, ada pihak swasta yang meminjamkan ambulans untuk penanganan Covid-19 di Surabaya. Saat ini ambulans swasta masih didata oleh Pemkot Surabaya. Salah satunya dari organisasi pengusaha muda Junior Chamber Internation (JCI) Jatim yang meminjamkan lima unit ambulans.

Rekomendasi