Ketahui Apa Itu Akhlak Serta Macamnya dalam Islam, Umat Muslim Wajib Tahu

Akhlak adalah istilah yang populer terdengar di kalangan masyarakat. Orang yang baik sering disebut orang yang berakhlak, sementara orang yang tidak berlaku baik disebut orang yang tidak berakhlak. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya mengenai apa itu akhlak yang patut Anda ketahui.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
Ketahui Apa Itu Akhlak Serta Macamnya dalam Islam, Umat Muslim Wajib Tahu
Ketahui Apa Itu Akhlak Serta Macamnya dalam Islam, Umat Muslim Wajib Tahu

Akhlak adalah istilah yang populer terdengar di kalangan masyarakat. Dalam pengertian sehari-hari, apa itu akhlak umumnya disamakan artinya dengan budi pekerti, kesusilaan, sopan santun dalam bahasa Indonesia. Akhlak juga tidak berbeda pula artinya dengan kata moral dan ethic dalam bahasa inggris.

Manusia akan menjadi sempurna jika mempunyai akhlak terpuji serta menjauhkan segala akhlak tercela. Secara kebahasaan akhlak bisa baik dan juga bisa buruk, tergantung tata nilai yang dijadikan landasan atau tolak ukurnya. Di Indonesia, kata akhlak selalu berkonotasi positif. Orang yang baik sering disebut orang yang berakhlak, sementara orang yang tidak berlaku baik disebut orang yang tidak berakhlak.

Adapun secara istilah, akhlak adalah sistem nilai yang mengatur pola sikap dan tindakan manusia di muka bumi. Sistem nilai yang dimaksud adalah ajaran Islam, dengan Al-Qur'an dan Sunnah Rasul sebagai sumber nilainya serta ijtihad sebagai metode berpikir Islami. Pola sikap dan tindakan yang dimaksud mencakup pola-pola hubungan dengan Allah, sesama manusia (termasuk dirinya sendiri), dan dengan alam.

Berikut penjelasan selengkapnya mengenai apa itu akhlak yang patut Anda ketahui.

Pengertian Akhlak

Akhlak berasal dari bahasa Arab jama’ dari bentuk mufradatnya “khuluqun” yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku dan tabiat. Sedangkan menurut istilah, apa itu akhlak adalah pengetahuan yang menjelaskan tentang baik dan buruk (benar dan salah), mengatur pergaulan manusia, dan menentukan tujuan akhir dari usaha dan pekerjaannya, mengutip publikasi dari Jurnal Pesona Dasar Universitas Syiah Kuala.

Akhlak pada dasarnya melekat dalam diri seseorang, bersatu dengan perilaku atau perbuatan. Jika perilaku yang melekat itu buruk, maka disebut akhlak yang buruk atau akhlak mazmumah. Sebaliknya, apabila perilaku tersebut baik disebut akhlak mahmudah.

Para ahli bahasa mengartikan akhlak dengan istilah watak, tabi’at, kebiasaan, perangai, dan aturan. Sedangkan menurut para ahli ilmu akhlak, akhlak adalah sesuatu keadaan jiwa seseorang yang menimbulkan terjadinya perbuatan-perbuatan seseorang. Dengan demikian, bilamana perbuatan, sikap, dan pemikiran seseorang itu baik, niscaya jiwanya baik.

Berdasarkan definisi dari apa itu akhlak, dapat dilihat beberapa pendapat dari pakar ilmu akhlak di bawah ini tentang pengertian sebenarnya dari akhlak menurut agama Islam:

  1. Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Qurthubi Juz VIII mengatakan bahwa akhlak adalah "perbuatan yang bersumber dari diri manusia yang selalu dilakukan, maka itulah yang disebut akhlak, karena perbuatan tersebut bersumber dari kejadiannya".
  2. Imam al-Ghazali dalam Ihya' Ulum al-Din Juz III mendefinisikan akhlak sebagai "sifat yang tertanam dalam jiwa (manusia) yang melahirkan tindakan-tindakan mudah dan gampang tanpa memerlukan pemikiran ataupun pertimbangan".
  3. Ibn Miskawaih dalam Tahdzib al-Akhlak Fii al-Tarbiyah mendefinisikan apa itu akhlak sebagai "keadaan jiwa yang mendorong ke arah melakukan perbuatan-perbuatan dengan tanpa pemikiran dan pertimbangan".
  4. Prof. Dr. Ahmad Amin dalam Pengantar Studi Akhlak mengemukakan bahwa "akhlak merupakan suatu kehendak yang dibiasakan. Artinya kehendak itu bila membiasakan sesuatu, kebiasaan itu dinamakan akhlak".
  5. Muhammad Ibn ‘Ilan al-Sadiqi dalam Dalil Al-Falihin, Juz III mengatakan bahwa "akhlak adalah suatu pembawaan yang tertanam dalam diri, yang dapat mendorong (seseorang) berbuat baik dengan gampang".
  6. Abu Bakar Jabir al-Jaziri dalam Minhaj al-Muslim menyebutkan bahwa "akhlak adalah bentuk kejiwaan yang tertanam dalam diri manusia yang dapat menimbulkan perbuatan baik dan buruk, terpuji dan tercela".

Dari pakar dalam bidang akhlak tersebut, dinyatakan bahwa akhlak adalah perangai yang melekat pada diri seseorang yang dapat memunculkan perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu. Tingkah laku itu dilakukan secara berulang-ulang tidak cukup hanya sekali melakukan perbuatan baik atau hanya sewaktu-waktu saja.

Akhlak islam dapat dikatakan sebagai aklak yang islami karena bersumber pada ajaran Allah dan Rasulullah. Akhlak islami ini merupakan amal perbuatan yang sifatnya terbuka, sehingga dapat menjadi indikator seseorang apakah seorang muslim yang baik atau buruk. Akhlak ini merupakan buah dari akidah dan syariah yang benar.

Secara mendasar, akhlak erat kaitannya dengan kejadian manusia yaitu khaliq (pencipta) dan makhluq (yang diciptakan). Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia yaitu untuk memperbaiki hubungan makhluq (manusia) dengan khaliq (Allah Ta’ala) dan hubungan baik antar makhlukNya.

Pembagian Akhlak

Dalam pembagiannya, akhlak dikategorikan menjadi dua macam yakni akhlak berdasarkan sifat dan akhlak berdasarkan objek. Berikut penjabarannya.

1. Akhlak Berdasarkan Sifat

Dalam kategori akhlak berdasarkan sifat, apa itu akhlak terbagi menjadi dua yaitu:

  • Akhlak Mahmudah (akhlak terpuji) atau Akhlak Karimah (akhlak mulia). 

Yang dimaksud dengan akhlak terpuji adalah segala macam sikap dan tingkah laku yang baik (terpuji). Akhlak ini dilahirkan oleh sifat-sifat mahmudah yang terpendam dalam jiwa manusia. Berakhlak terpuji artinya menghilangkan semua adat kebiasaan yang tercela yang sudah digariskan dalam agama Islam serta menjauhkan diri dari perbuatan tercela tersebut, kemudian membiasakan adat kebiasaan baik, melakukannya dan mencintainya.

  • Akhlak Mazhmumah (akhlak tercela) atau Akhlak Sayyi’ah (akhlak yang jelek).

Menurut Imam al-Ghazali, akhlak yang tercela ini dikenal dengan sifat-sifat muhlikat, yakni segala tingkah laku manusia yang dapat membawanya kepada kebinasaan dan kehancuran diri yang tentu saja bertentangan dengan fitrahnya untuk selalu mengarah kepada kebaikan.

2. Akhlak Berdasarkan Objek

Dalam kategori akklak berdaraskan objek, apa itu akhlak terbagi juga menjadi dua yaitu:

  1. Akhlak kepada Khalik (Tuhan),
  2. Akhlak kepada Makhluk, yang terbagi menjadi lima, yaitu:
    • Akhlak terhadap Rasulullah
    • Akhlak terhadap Keluarga
    • Akhlak terhadap diri sendiri
    • Akhlak terhadap sesama
    • Akhlak terhadap alam lingkungan 

Contoh Akhlak Terpuji dalam Islam

Adapun hal-hal yang perlu dibiasakan dan diketahui sebagai akhlak yang terpuji dalam islam antara lain adalah:

  1. Berani dalam kebaikan, berkata benar serta menciptakan manfaat, baik bagi diri maupun orang lain.
  2. Adil dalam memutuskan hukum tanpa membedakan kedudukan, status sosial ekonomi, maupun kekerabatan.
  3. Arif dan bijaksana dalam mengambil keputusan.
  4. Pemurah dan suka menafkahkan rezeki baik ketika lapang maupun sempit.
  5. Ikhlas dalam beramal semata-mata demi meraih ridha Allah.
  6. Cepat bertobat kepada Allah ketika berdosa.
  7. Jujur dan amanah.
  8. Tidak berkeluh kesah dalam menghadapi masalah hidup.
  9. Penuh kasih sayang.
  10. Lapang hati dan tidak balas dendam.
  11. Malu melakukan perbuatan yang tidak baik.
  12. Rela berkorban untuk kepentingan umat dan dalam membela agama Allah.

Hadits-hadits Nabi SAW demikian beragam berbicara tentang akhlak. Terkadang berisi perintah dan anjuran untuk berhias dengan akhlak yang terpuji dalam bergaul dengan manusia. Ada kalanya beliau menyebut besarnya pahala akhlak mulia dan beratnya pahala akhlak dalam timbangan. Pada kesempatan yang lain, beliau memperingatkan manusia dari akhlak yang buruk dan tercela.

Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ashz meriwayatkan bahwa Rasululullah saw pernah bersabda: "Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. al-Bukhari, 10/378 dan Muslim no. 2321).

Dalam hadits lain, Rasulullah berpesan kepada Abu Dzar al-Ghifari dan Mu’adz bin Jabal untuk bergaul dengan manusia dengan akhlak yang baik dalam sabda beliau: "Bertakwalah kamu kepada Allah di mana pun kamu berada. Iringilah kesalahanmu dengan kebaikan, niscaya ia dapat menghapusnya. Dan pergaulilah semua manusia dengan akhlak (budi pekerti) yang baik." (HR. at-Tirmidzi no. 1987).

Rekomendasi