Cara Menghitung Masa Subur Pada Perempuan, Suami Juga Harus Tahu

Masa subur merupakan waktu di mana sel telur mencapai puncak terbaiknya untuk dibuahi. Presentase terjadinya kehamilan saat berhubungan suami istri di masa subur lebih tinggi dibanding hari-hari yang lain.

Vinna Wardhani
Oleh Vinna Wardhani - Reporter
Cara Menghitung Masa Subur Pada Perempuan, Suami Juga Harus Tahu
10 ciri-ciri hamil awal. freepik.com ©2020 Merdeka.com

Masa subur merupakan waktu di mana sel telur mencapai puncak terbaiknya untuk dibuahi. Presentase terjadinya kehamilan saat berhubungan suami istri di masa subur lebih tinggi dibanding hari-hari yang lain.

Oleh karena itu, jika Anda pasangan suami istri yang ingin segera mendapatkan momongan, perhatikanlah masa subur. Ini juga berlaku bagi anda yang berencana untuk menunda kehamilan, Anda perlu tau peluang mana yang paling kecil terjadi pembuahan.

Berikut cara-cara untuk menghitung masa subur dilansir dari beberapa sumber. Sebelum masuk pada cara menghitung, ketahui siklus-siklus menstruasi pada perempuan.

Fase Menstruasi pada Perempuan

Siklus menstruasi pada perempuan dapat dibagi menjadi 3 fase :
1. Masa menstruasi
Pada hari pertama siklus menstruasi, endometrium (rahim) mulai luruh. Kondisi ini disebut sebagai menstruasi. Normalnya masa menstruasi dapat berlangsung selama 4-6 hari.

Sebagian besar menstruasi mengeluarkan banyak darah pada 3 hari pertama. Kondisi ini biasanya disertai dengan rasa kram di panggul, kaki, dan punggung. Kram merupakan tanda rahim tengah berkontraksi membantu endometrium meluruhkan darah.

2. Fase folikular
Selama fase folikular, foliker telur pada ovarium siapa melepaskan telur. Biasanya, satu telur dilepaskan setiap siklusnya. Proses ini bisa memakan waktu yang sebentar atau lama dan memainkan peran penting pada berapa lama siklus Anda.

Pada saat bersamaan, rahim mulai menumbuhkan endometrium baru untuk mempersiapkan kehamilan.

3. Fase luteal
Fase ini dimulai pada saat ovulasi, saat di mana telur dilepaskan dari folikel telur dari ovarium. Hal ini dapat terjadi kapan saja dari hari ke 7 sampai hari ke 22 dari siklus menstruasi normal.

Jika sel telur dibuahi oleh sperma dan kemudian menempel pada endometrium, kehamilan dimulai. Jika sel telur tidak dibuahi, endometrium akan luruh.

Jika Anda telah mengetahui fase-fase menstruasi yang terjadi pada perempuan, selanjutnya masuk pada tahap menghitung masa subur. Ada dua jenis penghitungan, keduanya dipengaruhi oleh jenis siklus menstruasi; teratur dan tidak teratur. Untuk lebih jelasnya, simak cara penghitungan di bawah ini.

Cara Menghitung Masa Subur dengan Siklus Menstruasi yang Teratur

Cara menghitung masa subur dengan siklus menstruasi teratur, cenderung lebih mudah daripada siklus menstruasi tidak teratur. Caranya mengurangi hari pertama haid yang berikutnya dengan 14, lalu kamu akan mengetahui kapan masa subur terjadi.

Misalnya: Jika menstruasi dimulai tanggal 2 Juli, tambahkan dengan 28, dan itu adalah hari pertama haid pada siklus berikutnya, yaitu 30 Juli. Kemudian kurangi 30 dengan 14, hasil itu akan menunjukkan kapan masa subur terjadi. 30 - 14 = 16, maka masa subur terjadi pada tanggal 16 Juli.

Pada tanggal itulah presentase terjadinya kehamilan lebih tinggi daripada biasanya. Jika Anda ingin segera mendapatkan momongan, disarankan untuk melakukan hubungan intim pada tanggal itu.

Jika Anda ingin mengantisipasi masa subur akan maju atau mundur, Anda dapat melakukan hubungan intim sehari sebelum dan sehari sesudah dari tanggal yang telah Anda hitung.

Cara Menghitung Masa Subur dengan SIklus Menstruasi Tidak Teratur

Satu siklus menstruasi dihitung dari hari pertama menstruasi terjadi. Setelah itu, hitung dengan cermat berapa jumlah hari dan masing-masing siklus menstruasi selama 6 kali berturut-turut. Kemudian lihat berapa hari siklus terpanjang dan berapa hari juga siklus terpendek. Menghitung masa subur untuk siklus menstruasi yang tidak teratur memang cenderung lebih rumit.

Misalkan siklus menstruasi anda selama 6 bulan berturut-turut adalah 29 hari, 31 hari, 27 hari, 28 hari, 26 hari, 30 hari. Dengan melihat contoh tersebut, maka siklus haid terpendek adalah 26 hari dan siklus terpanjang 31 hari. Sampai di sini Anda sudah dapat mengetahui kapan terjadinya masa masa subur.

Ketahui siklus terpendek Anda. Misal: 26 hari. Kurangi angka ini dengan 18. Hasilnya: 6. Angka ini adalah hari pertama saat Anda berada pada posisi paling subur.

Ketahui siklus terpanjang Anda. Misal: 31 hari. Kurangi angka ini dengan angka 11. Hasilnya: 20. Angka ini adalah hari terakhir saat Anda paling subur.

Jika Anda merasa menghitung masa subur secara manual terlalu rumit, Anda dapat memanfaatkan aplikasi kalender menstruasi.

Aplikasi ini dapat Anda miliki dengan membuka Playstore maupun Appstore.

Selain praktis, pengaplikasiannya pun mudah. Anda bahkan dapat mengetahui siklus Anda beberapa bulan setelahnya. Canggih bukan?

Rekomendasi