Ciri-ciri Orang Berbohong yang Mudah Dikenali, Baca Selengkapnya

Kamis, 14 Juli 2022 14:42 Reporter : Edelweis Lararenjana
Ciri-ciri Orang Berbohong yang Mudah Dikenali, Baca Selengkapnya Ilustrasi berbisik. ©2015 Merdeka.com/newsfeed.time.com

Merdeka.com - Anda bisa memerhatikan ciri-ciri orang berbohong untuk mengidentifikasi apakah saat ini Anda sedang dibohongi atau tidak. Semua manusia memiliki kemampuan untuk berbohong, terkadang manusia bahkan bisa berbohong tanpa sadar. Untungnya, para ahli mengatakan ada cara untuk mengetahui ciri-ciri orang berbohong.

Beberapa kebohongan disebut sebagai "white lies" atau kebohongan putih. Biasanya, tujuan dari kebohongan jenis ini adalah untuk menjaga perasaan lawan bicara agar tak sedih, kecewa, atau sakit hati. Banyak justifikasi yang diberikan pada jenis kebohongan ini, yang terkadang memang perlu dilakukan dalam hidup.

Menipu dan berbohong adalah perilaku umum. Seseorang bahkan bisa berbohong untuk mengatakan bahwa dia tidak pernah berbohong sebelumnya. Rumit, bukan? Jadi, bagaimana sebenarnya cara kita untuk mengetahui apakah seseorang sedang berbohong atau tidak? Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah ulasan mengenai ciri-ciri orang berbohong yang menarik untuk Anda ketahui.

2 dari 4 halaman

Ciri-Ciri Orang Berbohong

Dilansir dari simplypsychology.org, ciri-ciri orang berbohong bisa diidentifikasi dari isyarat wajah dan bahasa tubuh. Saat menanyakan sesuatu kepada orang lain, perhatikan gerakan atau arah mata mereka saat menjawab pertanyaan Anda.

Perhatikan juga bagaimana suara mereka terdengar dan lihat bahasa tubuhnya. Setelah Anda menetapkan garis dasar dan ingin menemukan kebohongan, carilah perubahan perilaku.

Menemukan kebohongan dalam diri seseorang adalah hal yang rumit. Tes poligraf, yang disebut "detektor kebohongan", biasanya didasarkan pada pendeteksian reaksi otonom dan dianggap tidak dapat diandalkan.

Itu sebabnya psikolog telah membuat katalog petunjuk ciri-ciri orang berbohong dari ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan linguistik untuk membantu mengidentifikasi seorang pembohong.

3 dari 4 halaman

1. Isyarat Wajah

Ya, ciri-ciri orang berbohong paling utama dapat diidentifikasi melalui isyarat wajah. Hal ini mencakup gerakan mata, mulut, corak kulit, suara, hingga keringat.

  • Mata

Anda mungkin pernah mendengar taktik ini sebelumnya. Seseorang yang berbohong akan menatap atau membuang muka pada saat yang genting. Mereka terkadang memalingkan muka saat berbohong; dan isyarat ini dapat menunjukkan bahwa mereka menggerakkan mata untuk mencoba memikirkan kebohongan apa yang harus dikatakan selanjutnya.

Menatap juga sama pentingnya dalam berbohong. Studi yang dilakukan oleh University of Michigan menemukan bahwa orang yang berbohong lebih cenderung menatap mata lawan bicaranya daripada orang yang sedang tidak berbohong. Permainan psikologis yang menarik, bukan?

  • Mulut

Penelitian menemukan bahwa orang yang berbohong lebih cenderung mengerucutkan bibir ketika ditanya pertanyaan sensitif. Mengerucutkan bibir juga bisa menunjukkan bahwa seseorang tidak ingin terlibat dalam percakapan yang sedang berlangsung. Ini adalah refleks naluriah, artinya mereka tidak ingin berbicara.

Anda mungkin juga dapat melihat pembohong secara otomatis meletakkan tangan mereka di mulut dan bibir. Ketika seseorang sedang berbohong atau menutupi sesuatu, mereka secara naluriah akan ingin menutupi sumber kebohongan, dalam hal ini mulut, sehingga tidak ada yang bisa melihat saat mereka sedang berbohong.

  • Corak kulit

Pernahkah Anda memperhatikan saat di mana seseorang menjadi sangat pucat ketika mulai berbicara? Pepatah "putih seperti hantu" bisa menjadi tanda ketidakbenaran dan kebohongan, di mana darah mulai mengalir keluar dari wajah. Anda mungkin juga akan mendapati pembohong secara otomatis meletakkan tangan mereka di mulut dan bibir seiring dengan wajah yang memucat.

Corak wajah yang berubah dapat berarti seseorang sedang tidak mengungkapkan segalanya, dan mereka memilih untuk tidak mengatakan yang sebenarnya. Ini adalah sebuah cara untuk menutup komunikasi dengan lawan bicara.

  • Berkeringat

Sistem saraf otonom menjadi terpicu ketika seseorang berbohong. Hal ini dapat menyebabkan pembohong berkeringat di area T wajah yakni dahi, bibir atas, sekitar mulut, dan dagu. Saat berbohong, seseorang juga dapat mengalami kekeringan di mulut dan mata karena mereka mendapati diri terlalu banyak menyipitkan mata atau berkedip, menggigit atau menjilat bibir, dan menelan dengan keras.

  • Suara

Ketika gugup, otot-otot yang terletak di dalam dan di sekitar pita suara mengencang, yang merupakan respons stres naluriah. Hal ini dapat menyebabkan suara terdengar bernada tinggi. Anda mungkin juga melihat derit dan retakan pada suara seorang pembohong.

Oleh karena itu, respon seperti menelan atau membersihkan tenggorokan adalah tanda untuk mengatasi ketidaknyamanan otot yang tegang, yang bisa menandakan ketidakjujuran. Juga, Anda mungkin melihat perubahan volume yang tiba-tiba pada saat seseorang sedang mengatakan kebohongan.

  • Isi Pembicaraan

Perhatikan apa yang mereka katakan. Ungkapan seperti 'jujur', atau 'Saya ingin jujur dengan Anda' atau 'inilah kebenarannya' semuanya bisa menjadi tanda bahwa pembohong berusaha terlalu keras untuk meyakinkan orang lain bahwa mereka mengatakan yang sebenarnya.

Bahkan menggunakan kata-kata penyangga seperti 'hmm' dapat mengindikasikan kebohongan. Penelitian yang sama dari University of Michigan menemukan bahwa berbicara dengan lebih banyak vokal dapat berarti penipuan; pembohong cenderung menggunakan kata-kata penyangga ini lebih banyak ketika mereka mencoba mengulur waktu untuk mencari tahu apa yang harus dikatakan selanjutnya.

Juga, ketika seseorang terus-menerus memberikan terlalu banyak informasi dan informasi yang tidak diminta dengan detail yang berlebihan, ada kemungkinan besar mereka tidak mengatakan yang sebenarnya.

Pembohong cenderung banyak bicara, berharap orang lain memercayai mereka dengan keterbukaan dan kemampuan bersosialisasi mereka. Terakhir, manusia tidak sempurna, dan kebanyakan dari kita bukanlah pembohong yang terlahir secara alami.

Jadi, terkadang, kita membiarkan kebenaran keluar tanpa berpikir. Cobalah untuk memperhatikan orang yang menyela diri mereka sendiri saat mereka berbicara, dengan cepat menutupi fakta dengan kebohongan.

Misalnya, "Saya kehilangan telepon saya - tunggu, saya bermaksud mengatakan telepon saya dicuri" atau "Saya sedang makan malam dengan - oh sebenarnya, saya bekerja lembur."

4 dari 4 halaman

2. Isyarat Tubuh

Isyarat wajah bukan satu-satunya ciri-ciri orang berbohong yang dapat Anda perhatikan. Karena penipuan dan kebohongan adalah tindakan sosial yang melibatkan bahasa, peneliti juga mempelajari komunikasi verbal dan isyarat tubuh pembohong untuk menemukan pola yang berbeda.

  • Tangan

Pembohong cenderung menggunakan gerakan berlebihan dengan tangan mereka setelah berbicara, bukan selama atau sebelum percakapan. Pikiran pembohong bekerja keras dan melakukan terlalu banyak hal untuk membuat sebuah narasi, menganalisis reaksi lawan bicara, apakah lawan bicara percaya atau tidak dengan apa yang mereka katakan, dan kemudian menambahkan cerita yang sesuai.

Studi oleh University of Michigan memeriksa 120 klip media dari kasus pengadilan berisiko tinggi untuk menggali lebih dalam bagaimana seseorang berperilaku ketika mereka berbohong versus ketika mereka mengatakan yang sebenarnya.

Para peneliti menemukan bahwa orang yang berbohong lebih cenderung memberi isyarat menggunakan kedua tangan mereka daripada mereka yang mengatakan yang sebenarnya.  Juga, ketika orang berbohong, mereka cenderung menjauhkan telapak tangan dari lawan bicara. Ini adalah sinyal bawah sadar yang menunjukkan bahwa mereka menahan informasi, emosi, atau bahkan berbohong.

  • Gelisah

Menggoyang-goyangkan kaki, menggoyang-goyangkan tubuh ke depan dan ke belakang, dan menggerakkan kepala ke samping juga bisa menjadi ciri-ciri orang berbohong. Ketika seseorang gugup dan berbohong, ada fluktuasi dalam sistem saraf otonom.

Fluktuasi dalam sistem saraf ini dapat mendorong mereka untuk merasakan kesemutan atau gatal di tubuh, yang mengakibatkan lebih banyak gerakan gelisah dan menggaruk. Pembohong juga cenderung menampilkan perilaku seperti memainkan rambut atau menyentuh leher saat sedang mengutarakan sebuah kebohongan.

  • Aksi verbal

Pembohong membutuhkan waktu lebih lama untuk mulai menjawab pertanyaan. Namun ketika mereka punya waktu untuk merencanakan, pembohong sebenarnya akan memberikan jawaban lebih cepat daripada orang yang jujur. Jawaban pembohong biasanya terdengar lebih tidak sesuai dan ambivalen, struktur cerita mereka kurang logis, dan cerita mereka terdengar kurang masuk akal. Pembohong juga lebih cenderung mengulangi kata dan frasa.

Di University of Texas di Austin, profesor psikologi James Pennebaker, PhD, dan rekan-rekannya telah mengembangkan perangkat lunak komputer, yang dikenal sebagai Linguistic Inquiry and Word Count (LIWC), yang menganalisis konten tertulis dan dengan akurasi tertentu, dapat memprediksi apakah seseorang berbohong atau tidak.

Pennebaker mengatakan para pembohong memiliki 3 ciri-ciri utama yang dianalisis dari hasil tulisan tangan para pembohong yang ditelitinya;

1. Kata ganti orang pertama: Pembohong menghindari pernyataan kepemilikan, menjauhkan diri dari cerita mereka dan menghindari tanggung jawab atas perilaku mereka.

2. Kata-kata emosi yang lebih negatif, seperti benci, tidak berharga dan sedih: Pembohong, catat Pennebaker, umumnya lebih cemas dan terkadang merasa bersalah.

3. Lebih sedikit kata pengecualian, di mana mereka membedakan apa yang mereka lakukan dan apa yang tidak mereka lakukan.

[edl]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini