Sudah Dilarang FIFA, Pakar Ungkap Bahaya Gas Air Mata dalam Pertandingan Sepak Bola

Minggu, 2 Oktober 2022 14:46 Reporter : Shani Rasyid
Sudah Dilarang FIFA, Pakar Ungkap Bahaya Gas Air Mata dalam Pertandingan Sepak Bola Tragedi Kanjuruhan. ©YouTube/Liputan6

Merdeka.com - Duka kembali menyelimuti sepak bola Indonesia. Pada Sabtu, 1 Oktober 2022, kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang membuat sekitar 129 orang meninggal dunia.

Kabarnya, salah satu penyebab dari banyaknya korban meninggal itu adalah penggunaan gas air mata yang ditembakkan pihak kepolisian ke arah penonton. Dikutip dari ANTARA, tembakan gas air mata itu menyebabkan banyak suporter pingsan dan sulit bernapas.

Selain itu, sebenarnya penggunaan gas air mata dalam pengamanan sebuah pertandingan sepak bola merupakan pelanggaran kode etik keamanan FIFA. Lalu sejauh mana bahaya bagi orang yang terkena gas air mata dalam pertandingan sepak bola? Berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Isi Kandungan Gas Air Mata

polisi pukul mundur masa aksi dengan gas air mata

©2022 Liputan6.com/Angga Yuniar

Pakar Kesehatan Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Dede Nasrullah S.Kep., Ns menjelaskan bahaya gas air mata di antaranya menyebabkan iritasi pada mata, sistem pernapasan dan kulit. Ia menambahkan, gas air mata mengandung tiga kumpulan bahan kimia, salah satu yang sering digunakan adalah chloroacetophenone yang disingkat CN dan chlorobenzylidenemalononitrile yang disingkat CS.

“Paparan bahan kimia tersebut secara langsung dapat menyebabkan iritasi pada mata, sistem pernapasan dan kulit,” jelas Dede dikutip dari ANTARA pada Minggu (2/10).

3 dari 4 halaman

Sebabkan Rasa Nyeri

memahami aturan fifa soal penggunaan gas air mata

digitalhub.fifa.com ©2022 Merdeka.com

Lebih lanjut, senyawa CS tersebut biasanya diformulasikan dengan beberapa bahan kimia, terutama pelarut metil isobutil keton (MIBK) yang digunakan sebagai pembawa.

“Senyawa CS ini yang berhubungan dengan reseptor saraf yang dapat menyebabkan rasa nyeri ketika gas air mata terpapar di kulit. Terutama pada bagian wajah dan mata akan menimbulkan rasa perih dan pedih,” kata Dede.

Selain itu, gas air mata juga dapat menimbulkan rasa gatal di kulit, panas, dan penglihatan kabur. Gejala lainnya yang terkait dengan pernapasan adalah sulit bernapas, batuk, mual, dan muntah.

4 dari 4 halaman

Penanganan Saat Terkena Gas Air Mata

tim inafis periksa kerusakan pasca kericuhan di stadion kanjuruhan
©2022 REUTERS/Willy Kurniawan

Dede menjelaskan, hal pertama yang bisa dilakukan saat terkena gas air mata adalah menyiram bagian yang terkena dengan air bersih yang mengalir, karena air dapat menghilangkan konsentrasi senyawa CS dalam formulasi.

Setelah itu, tutup rapat hidung, mata, dan mulut dengan masker untuk meminimalisasi terhirupnya gas tersebut. Lalu selanjutnya segera ganti pakaian yang sudah terkontaminasi dan jangan sampai terkena atau menyentuh anggota tubuh.

“Keempat, segera menjauh dari area yang terdampak gas air mata. Terakhir, carilah pertolongan medis. Jika masih ada efek akibat gas air mata 20 menit setelahnya atau jika mengalami sesak segeralah minta pertolongan medis,” pungkas Dede.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini