Menjelajahi Istana Gedung Kuning Semarang, Bangunan Megah Peninggalan Belanda yang Kini Terbengkalai

Atap bangunan ini telah roboh dan cat kuningnya dibiarkan mengelupas.

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Menjelajahi Istana Gedung Kuning Semarang, Bangunan Megah Peninggalan Belanda yang Kini Terbengkalai
Menjelajahi Istana Gedung Kuning Semarang, Bangunan Megah Peninggalan Belanda yang Kini Terbengkalai (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Gedung Kuning merupakan sebuah bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang berada di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah. Bangunan tua ini memang masih berdiri kokoh, namun kondisinya kini sungguh memprihatinkan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Atap bangunannya dibiarkan roboh begitu saja. Belum lagi cat warna kuning yang telah mengelupas sehingga warna cerah tak lagi terpancar pada bangunannya. Seperti diketahui, bangunan itu dinamakan Gedung Kuning karena warna cat bangunannya berwarna kuning.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mengutip Unisbank.ac.id, setiap sudut di bangunan Gedung Kuning dilengkapi motif kepala singa. Pada zaman dahulu, motif tersebut menggambarkan seorang pemilik bangunan elite yang ada di Kabupaten Semarang.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Selanjutnya, pada lantai dua bangunan itu terdapat tiga balkon yang menghadap ke arah timur, selatan, dan utara. Ketiga balkon tersebut berguna untuk melihat suasana alam yang ada di sana.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Fasilitas yang dimiliki Gedung Kuning waktu itu dapat dikatakan cukup lengkap. Saat itu bangunan tersebut memiliki beberapa gudang, parkiran kendaraan, dan kandang kuda. Saat ini lokasi gudang dan parkiran telah berubah jadi pemukiman warga setempat.

Di bagian depan bangunan Gedung Kuning, terdapat fasilitas lapangan yang luas. Lapangan tersebut sering digunakan warga untuk olahraga.

Pada 1983, bangunan samping kiri bagian belakang Gedung Kuning digunakan sebagai asrama Zidam IV/Diponegoro dan sampai sekarang masih digunakan untuk tempat tinggal.

Ketua Paguyuban Peduli Cagar Budaya Ratu Sima (PPCBRS) Kabupaten Semarang, Sutikno, mengaku telah memberi saran pada pemerintah untuk dapat bekerja sama dengan instansi terkait untuk melestarikan bangunan cagar budaya tersebut.

Dengan begitu, gedung tersebut akan lebih terawat karena nilai sejarahnya yang tinggi.

Rekomendasi