Pada Minggu (17/7), ribuan santri Ponpes An-Nawawi dan pengikut Thariqot Qadiriyah wa Nasaqbandiyah menyambut kedatangan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Hari itu, Ganjar datang mengenakan batik lengan panjang dan berpecis.
Para santri yang berasal dari seluruh Indonesia menyambut Ganjar. Karena santri yang menyambut cukup banyak, butuh waktu lama bagi Ganjar untuk bisa sampai di kediaman KH Achmad Chalwani Nawawi, pengasuh Ponpes An-Nawawi.
Sesampainya di sana, KH Nawawi keluar untuk menyambut Ganjar. Bahkan dalam kesempatan itu, KH Nawawi mempersembahkan Ganjar satu lagu khusus. Berikut selengkapnya:
Ikuti berita Ganjar Pranowo di Liputan6.com
Advertisement
Lagu untuk Ganjar Pranowo
Dalam kesempatan itu, KH Nawawi menghadiahi Ganjar satu lagu khusus. Lagu itu biasanya dinyanyikan untuk menggambarkan kecintaan dan kerinduan pada Nabi Muhammad SAW. Lagu berjudul Ya Asyiqol Musthofa itu dibawakan dan dipersembahkan langsung untuk Ganjar.
Pada momen kedatangan Ganjar, Ponpes An-Nawawi sedang menyelenggarakan tradisi Sewelasan Rutin. KH Nawawi mengatakan kegiatan itu sudah dilaksanakan sejak era kakeknya, yaitu 150 tahun yang lalu.
“Dan sampai sekarang terus lestari. Kegiatan Thariqot kami juga sudah luas ke berbagai daerah di Indonesia. Ada yang di Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan, dan lainnya,” ucap KH Nawawi dikutip dari Jatengprov.go.id pada Minggu (17/7).
Advertisement
Reaksi Ganjar Pranowo
Sementara itu Gubernur Ganjar Pranowo mengapresiasi pagelaran tradisi tersebut. Menurutnya, tradisi itu bisa menjadi wadah masyarakat untuk belajar bersama.
“Ini luar biasa. Pak Kiai Chalwani Nawawi ini sudah generasi keempat yang meneruskan tradisi dari mbah buyut. Sudah di atas 150 tahun tradisi ini dilakukan dan yang luar biasa adalah jemaahnya datang dari seluruh Indonesia,” ungkap Ganjar Pranowo.
Advertisement
Pesan Ganjar Pranowo
Dalam kesempatan itu Ganjar menitip pesan buat KH Nawawi. Ia ingin agar pada forum itu tak hanya diajarkan soal ilmu agama, namun juga ilmu pengetahuan modern.
“Jadi spiritual dapat, ilmu modern juga dapat. Sekaligus juga hubungan sosial kemasyarakatan juga diberikan. Kalau itu bisa, maka masyarakat akan mendapatkan manfaat semuanya,” kata Ganjar.