Memiliki aktivitas harian yang padat memang melelahkan. Apalagi jika Anda mengambil waktu lembur untuk mengerjakan tugas-tugas kantor yang menumpuk. Tentu hal ini akan membuat tubuh Anda semakin lelah setelah pulang bekerja.
Bukan hanya membuat tubuh lelah, kerja lembur juga sering kali mengurangi waktu Anda untuk bersantai sepulang kerja. Alih-alih segera tidur Anda memilih untuk tetap bangun sementara waktu dan melakukan berbagai kegiatan untuk mendapatkan “me time”. Akibatnya, Anda tidur terlalu larut malam sehingga kebutuhan istirahat tidak terpenuhi dengan baik dan optimal.
Jika Anda sering mengalami hal ini, maka Anda termasuk orang yang senang melakukan revenge bedtime procrastination. Revenge bedtime procrastination atau sering disebut juga dengan sleep procrastination adalah kebiasaan di mana Anda sering mengorbankan waktu tidur untuk menikmati waktu bersantai setelah beraktivitas.
Meskipun hal yang wajar, namun sikap balas dendam dengan begadang ini tidak baik jika dilakukan secara terus menerus. Dilakukan satu kali saja dapat memberikan pengaruh pada kesehatan fisik dan kebugaran Anda, terlebih jika dilakukan hampir setiap hari.
Dengan begitu, penting bagi Anda untuk memahami apa yang dimaksud dengan revenge bedtime procrastination, apa saja penyebab dan dampaknya. Dilansir dari WebMD, berikut kami merangkum penjelasannya untuk Anda.
Advertisement
Mengenal Revenge Bedtime Procrastination
Revenge bedtime procrastination adalah sikap di mana Anda mengorbankan waktu tidur di malam hari untuk melakukan berbagai kegiatan demi mendapatkan “me time” setelah beraktivitas. Ini bukan suatu hal yang baru, sebelumnya sudah ada konsep yang disebut dengan penundaan waktu tidur atau pembalasan begadang.
Dalam hal ini, para peneliti memiliki beberapa teori yang menjelaskan kecenderungan penyebab seseorang melakukan revenge bedtime procrastination. Pertama, seseorang yang cenderung melakukan ini adalah orang yang tergolong night owl yang hidup di early bird.
Selain itu, orang yang melakukan penundaan tidur karena ingin mencari penghilang stres setelah melakukan aktivitas harian yang padat dan sibuk. Teori lain berasumsi, orang yang sering begadang dan menunda tidur bisa jadi karena ingin menunda melakukan hal-hal penting.
Bagaimana pun, begadang tidak baik untuk kesehatan karena dapat memberikan pengaruh pada penurunan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang menurun tentu menjadi faktor penyebab Anda semakin rentan tertular penyakit. Dengan begitu, usahakan untuk selalu mendapatkan durasi dan kualitas tidur yang baik.
Advertisement
Dampak bagi Kesehatan
Setelah mengetahui pengertian umum dan penyebabnya, berikutnya akan dijelaskan tentang dampak apa saja yang akan terjadi ketika Anda melakukan revenge bedtime procrastination. Secara umum, orang dewasa membutuhkan sekitar 7 hingga 9 jam tidur setiap malam. Sedangkan anak-anak dan remaja membutuhkan durasi tidur yang lebih banyak dari orang dewasa.
Melakukan penundaan tidur atau begadang, dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Bukan hanya fisik, namun ini juga berpengaruh pada kondisi mental dan emosional Anda sehari-hari. Berikut beberapa dampak revenge bedtime procrastination yang perlu Anda ketahui:
- Tubuh terasa lelah
- Berpikir lebih lambat
- Kurang fokus dalam melakukan sesuatu
- Memori atau ingatan yang lebih buruk
- Pengambilan keputusan yang salah
- Stres, kecemasan, dan mudah tersinggung atau mudah kesal
Dalam jangka panjang, kurang tidur dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti:
- Penyakit jantung
- Diabetes
- Kegemukan atau obesitas
- Sistem kekebalan tubuh lebih lemah
- Masalah terkait hormon
- Sakit yang berkelanjutan atau tak kunjung sembuh
- Kondisi kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan
Kurang tidur dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko kematian lebih awal karena berbagai penyakit tersebut.
Advertisement
Cara Mendapatkan Tidur yang Cukup
Setelah memahami dampak kesehatan dari revenge bedtime procrastination, terakhir terdapat beberapa cara yang perlu Anda lakukan agar bisa mendapatkan durasi dan kualitas tidur yang baik. Tentu hal ini tidak mudah bagi Anda yang sudah terbiasa begadang.
Namun, jika dilakukan secara rutin dan konsisten, cara ini dapat membantu Anda dalam membangun kebiasaan tidur yang baik. Berikut beberapa cara mendapatkan tidur cukup yang bisa Anda praktikkan:
- Batasi tidur siang. Jika Anda harus tidur sebentar di sela aktivitas, usahakan untuk tidur selama 30 menit atau kurang. Durasi tidur ini sudah cukup memberikan energi tambahan untuk melanjutkan aktivitas.
- Siapkan rutinitas sebelum tidur yang santai dan menenangkan. Misalnya, seperti kebiasaan menyikat gigi, membaca buku, dan melakukan peregangan ringan. Anda bisa melakukan kegiatan apa pun yang dapat membantu Anda rileks, sehingga tubuh siap untuk segera tidur.
- Hindari makan malam terlalu larut. Usahakan untuk makan malam tepat waktu sebelum pukul 8 sehingga Anda bisa memiliki sisa waktu lebih banyak menuju tidur. Dengan begitu, sistem pencernaan dapat mencerna makanan dengan baik dan tidak mengganggu waktu tidur Anda.
- Kurangi konsumsi minuman kafein, alkohol, dan merokok. Beberapa kebiasaan ini hanya membuat Anda lebih sulit untuk tertidur.
- Cukupi kebutuhan hidrasi tubuh dengan baik. Namun hindari minum terlalu banyak air menjelang waktu tidur, karena ini dapat menyebabkan Anda terbangun tengah malam untuk buang air kecil.
- Tidur dan bangun di waktu yang konsisten. Tetapkan pukul berapa Anda harus segera tidur dan pukul berapa Anda bangun. Usahakan untuk mematuhi waktu tidur yang telah ditetapkan agar ritme sirkadian Anda dapat bekerja dengan baik.