Dokter yang mempunyai nama lengkap Boyke Dian Nugraha ini dikenal masyarakat luas sebagai seksolog. Ia sering tampil di beberapa program televisi untuk membahas topik seksualitas.
Dokter Boyke telah menjalani kariernya di bidang kesehatan dari tahun 80-an. Waktu itu, ia ditugaskan di sebuah Puskesmas di daerah Lampung.
Kemudian Dokter Boyke ditugaskan menjadi dokter kandungan di Rumah Sakit Umum yang berada di Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Sejak saat itulah ia memutuskan memusatkan minatnya pada masalah seks.
Advertisement
Ditegur Kepala Rumah Sakit
Baru-baru ini, Dokter Boyke bercerita mengenai keputusannya menjadi seorang seksolog. Hal itu diungkapkan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Prestige Productions.
Momen awal perjalanan karier Dokter Boyke menjadi seksolog adalah ketika ia mendapat teguran dari kepala rumah sakit karena dirinya terlalu lama menangani pasien yang berkonsultasi soal seks. Pada waktu itu masalah tersebut masih menjadi tabu di telinga umum, namun para pasien lega ketika menjelaskannya kepada Dokter Boyke.
"Sebenernya agak sedih kalau cerita. Aku sebenernya dari dokter kandungan itu sering bahas masalah seks. Terus di salah satu rumah sakit, ketika saya saking asyiknya menangani masalah itu ada dokter senior yang udah nunggu, saya dipanggil kepala rumah sakit dan dimarah-marahin," ungkap Dokter Boyke.
"Itu tahun 2000-an. Aku praktiknya lumayan ramai dan sering banyak pasien yang curhat. Soalnya itu kan tabu masalah itu," tambahnya.
Advertisement
Buka Tempat Praktik
Demi membuat pasiennya merasa nyaman, akhirnya Dokter Boyke memutuskan untuk mengelola tempat praktiknya sendiri. Bahkan ia bertekad untuk mempelajarinya sampai kunjungi berbagai negara maju.
"Terus sejak dimarahin itu, musti bikin lah tempat praktik sendiri. Akhirnya saya nyewa tempat buat klinik. Terus akhirnya kita cicil deh itu klinik yang sekarang," kata Dokter Boyke.
"Memang seksologi ini belum ada di Indonesia. Saya sempat ke beberapa negara ya. Saya liat silabusnya masalah itu," imbuhnya.
Advertisement
Pelajari Ilmunya
Tak hanya bertekad untuk mempelajari ilmunya, Dokter Boyke juga ingin menghapus anggapan tabu masyakarat terhadap pendidikan seks.
"Seperti belajar HIV/AIDS saya ke Australia, pendidikan seks saya ngambil di Hong Kong, masalah mental therapy di Belanda, seks untuk pria waktu itu sempat ke Milan, ke Paris, ke Amerika," ucapnya.
"Tapi ya itu nggak lama-lama. Beberapa minggu atau dua bulan," pungkasnya.