Sempat Tak Laku di Sosmed, Arief Muhammad Akui Pernah Jualan Sate di Pinggir Jalan

Meski dulu bisa terkenal dan bisa mendapatkan uang dari Twitter, ia mengaku pernah mengalami masa-masa surutnya.

Denny Marhendri
Oleh Denny Marhendri - Reporter
Sempat Tak Laku di Sosmed, Arief Muhammad Akui Pernah Jualan Sate di Pinggir Jalan
Dulu Sempat Tak Laku Di Sosmed, Arief Muhammad Akui Pernah Jualan di Pinggir Jalan. Instagram - Arief Muhammad

Sekitar tahun 2009, pengguna media sosial Twitter di Indonesia mulai mengalami tumbuh kembang. Banyak bermunculan publik figur dari media sosial asal Amerika Serikat tersebut.

Sebut saja publik figur anonim yang mempunyai akun yang bernama @Poconggg. Akun tersebut sering membuat cuitan dan berakhir menjadi trending topic.

Belakangan, diketahui pemilik akun misterius tersebut adalah Arief Muhammad. Meski dulu bisa terkenal dan bisa mendapatkan uang dari Twitter, ia mengaku pernah mengalami masa-masa surutnya.

Akun Anonim

Baru-baru ini, Arieh Muhammad menceritakan perjuangan masa lalu ketika ia mengalami surutnya ketenaran. Hal itu diungkapkan dalam video yang diunggah di kanal Youtube MS Glow.

Berbicara soal perjuangan, Arief Muhammad mengaku bahwa ia merintis ketenaran akun anonim-nya itu dari pengikutnya yang masih sedikit. Meskipun awalnya, ia tak berniat untuk menjadi terkenal di sosial media.

"Sejarah awalnya itu kan cuma akun anonim ya, tadinya gue bikin untuk ngeledek temen-temen kampus gue," ungkap Arief Muhammad.

"Awalnya itu followers dari temen-temen kampus. Dari yang bener-bener sedikit followers-nya," imbuhnya.

Masa Susah

Lalu beberapa tahun setelah ketenarannya mulai melambung, orang-orang mulai meninggalkan Twitter dan Arief Muhammad pun mengalami masa terendahnya. Ia pun segera bangkit dari momen itu dengan membuka bisnis kuliner.

"Itu kan Twitter sempat turun di tahun 2014. Orang-orang pindah ke Path, Instagram, Ask FM. Ada masanya Twitter sepi banget, terus job yang dari Twitter, brand iklan dari Twitter udah nggak ada lagi," kata Arief Muhammad.

"Waktu itu gue nggak kepikiran nabung, gue kepikiran bakal terkenal terus. Akhirnya gue susah, terus gue jual sate pakai gerobak di pinggir jalan," tambahnya.

Sate Jepang

Lebih lanjut, Arief Muhammad menceritakan bagaimana ia merintins bisnis kulinernya ini dengan rekannya. Dalam satu tahun, ia bisa kembali bangkit dengan mengelola ratusan cabang waralabanya.

"Gue jual sate Jepang, yakitori. Terus gue lumayan mikir kayak uge udah terkenal tapi jualan sate di pinggir jalan," ucapnya.

"Tapi gue nggak bisa masak, terus gue partneran. Gue bikin marketing, gue promoin, terus partner ini yang bikin. Satu tahun buka itu ada seratus cabang," pungkasnya.

Rekomendasi