Hingga saat ini, perjuangan Ukraina melawan invasi Rusia masih terus berjalan. Tidak hanya tentara, bahkan rakyat sipil pun turut melawan.
Banyak usaha dilakukan warga Ukraina untuk bisa tetap bertahan dari gempuran serangan Rusia. Mereka menggunakan apa saja sebagai senjata melawan dan bertahan.
Bahkan ada pabrik pembuat minuman yang kini berubah menjadi tempat untuk memproduksi bom molotov. Berikut ulasannya.
Advertisement
Hentikan Produksi Minuman
Dilansir dari Euro News, ternyata pabrik tersebut sampai harus menghentikan kegiatan produksi minumannya. Mereka sudah membulatkan tekad untuk membela negara dengan mempersenjatai rakyat.
Bom molotov sendiri merupakan alat pembakar mentah yang biasanya terdiri dari botol berisi cairan yang mudah terbakar dan dilengkapi dengan kain sumbunya. Meskipun sederhana dan kuno, namun inilah andil rakyat Ukraina melawan Rusia.
Advertisement
Sumbangan Sosial
Pabrik minuman yang bernama Pravda tersebut terletak di di bagian industri kota utama Ukraina barat Lviv.
Meskipun kini daerahnya masih kondusif, namun bom molotov inilah yang jadi persiapan warga setempat menghadapi peperangan.
Pihak pabrik juga meminta masyarakat melalui media sosial untuk memberikan sumbangan agar proses pembuatan bom molotov tetap berjalan. Apalagi, serangan yang dilakukan Rusia di Ukraina kian hari kian mengganas.
Advertisement
Ikut Serta dalam Peperangan
Jika melihat lagi ke belakang, pabrik ini juga sempat turut andil dalam protes menggulingkan mantan presiden pada tahun 2014.
Pada saat itu, rakyat berbondong-bondong turun ke jalan dan mempersenjatai diri.
Sampai sekarang, pabrik ini tetap menjalankan ideologinya untuk membantu rakyat.