Kahlil Gibran adalah salah seorang penyair besar di dunia. Gibran dikenal sebagai seniman pemberontak sastra dan politik, gaya romantisnya berada di jantung Renaissance dalam sastra Arab modern, khususnya puisi prosa. Penyair ini mulai dikenal oleh masyarakat dunia sejak menerbitkan buku The Prophet pada 1923.
Pria kelahiran Lebanon, 6 Januari 1883 ini telah melahirkan puluhan karya sastra yang sangat terkenal di seluruh dunia. Awalnya, sebagian besar tulisan-tulisan Gibran menggunakan bahasa Arab, namun pada 1918 akhirnya berhasil diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Selain itu, pria yang selalu menghasilkan tulisan-tulisan indah ini juga dikenal sebagai seorang pelukis dengan gaya romantis dan simbiolis.
Sepanjang hidupnya, Gibran dikenal sebagai penyair yang sangat produktif. Selain menulis dalam bahasa Arab, ia juga terus menyempurnakan bahasa Inggrisnya dan mengembangkan seninya.
Lantas, seperti apa perjalanan hidup Kahlil Gibran? Berikut ulasannya yang merdeka.com rangkum dari Historia dan Britannica:
Advertisement
Mengenal Kahlil Gibran, Penyair Legendaris asal Lebanon
Kahlil Gibran adalah seorang penyair sekaligus perupa yang lahir dari seorang ibu bernama Kamila dan seorang bapak bernama Kahlil bin Gibran. Dia memiliki dua saudara perempuan, yaitu Mariana dan Sultana dan satu saudara tiri laki-laki bernama Peter. Ketika Kamila menikah dengan ayah Gibran, ia adalah seorang janda.
Pada 1894 Gibran berangkat ke Amerika bersama keluarganya kecuali sang ayah. Keberangkatan ini merupakan inisiatif dari Peter, saudara tertua Gibran yang mengikuti kesuksesan teman-teman senegaranya untuk merantau ke Amerika. Sesampainya di Amerika mereka menetap di Boston.
Sebagai seorang seniman yang bisa menggambar dan melukis, Gibran masuk sekolah seni di Paris 1908-1910, mengejar gaya romantisis dan simbiolis. Gibran mengadakan pameran seni pertama pada tahun 1904 di Boston. Pada pamerannya tersebut, Gibran bertemu Mary Elizabeth Haskell, yang akhirnya menjadi wanita yang membawa pengaruh besar tidak hanya di kehidupan pribadi Gibran, tetapi juga kariernya.
Advertisement
Karya-karya Kahlil Gibran
Sepanjang hidupnya, Kahlil Gibran dikenal sebagai penyair yang melahirkan karya-karya indah dan romantis. Dalam karya pertamanya, Spirit Rebellious, Gibran menulis empat cerita kotemporer berupa sindiran keras kepada koruptor yang begitu mengundang pro dan kontra.
Akibat karya yang sarat akan kritik tersebut, Gibran dikucilkan dari gereja Moranit. Kendati begitu, karya tersebut telah mengantarkannya sebagai penyair yang mewakili suara-suara terpendam pada masanya. Karya tersebut juga dianggap sebagai suara pembebasan dan menjadi harapan bagi kaum tertindas di Asia Barat.
Sepanjang hidupnya, Gibran telah melahirkan karya-karya yang sangat fenomenal. Beberapa karyanya seperti The Madman, Twenty Drawing, The Forerunne, dan The Prophet hingga kini masih dibaca dan dipelajari generasi penerusnya. Tak heran jika ia dianggap sebagai salah seorang penyair paling terkenal di dunia.
Advertisement
Kahlil Gibran Meninggal Dunia
Pada tanggal 10 April 1931, Kahlil Gibran meninggal dunia di sebuah rumah sakit di St. Vincent’s Hospital, New York di usia 48 tahun. Adapun penyebab kematiannya karena sirosis hati dan TBC.
Kahlil Gibran dimakamkan pada 21 Agustus di biara Mar Sarkis (Sain Serge) yang kini dibuat menjadi museum. Setelah kematiannya, karyanya yang berjudul The Wanderer yang selama ini di tangan Mary kemudian terbit namun tanpa nama pada tahun 1932.
Sebagai seorang penyair, Gibran telah memberi sumbangsih karya sastra yang begitu berpengaruh bagi generasi setelahnya. Tak heran hingga saat ini, Gibran dikenal sebagai seorang penyair terbesar sepanjang masa.