Masa datangnya musim kemarau biasanya menjadi saat yang meresahkan bagi warga Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Gunungkidul. Saat itu, warga akan menemukan hewan ternak mereka ditemukan mati di ladang dengan luka robek di perut.
Dari dalam perut, usus hewan-hewan itu menjalar keluar. Mereka pun tidak tahu binatang jenis apa yang menyebabkan hewan mereka mati dengan kondisi seperti itu.
Teguh misalnya, dia mengaku sengaja meletakkan kambing ternaknya di ladang agar lebih mudah memberinya makan. Bahkan sore hari sebelum kejadian ia sempat memberi makan hewan ternaknya.
Tapi keesokan harinya, ia menemukan hewan ternaknya mati dengan kondisi luka di leher dan perut. Tak hanya itu, hewan misterius itu juga tampak telah memakan organ dalam dari kambing miliknya.
Lalu apa gerangan hewan misterius yang membuat resah warga itu? Berikut selengkapnya:
Advertisement
Sebabkan Kerugian
Suroyo, perangkat desa Purwodadi mengatakan bahwa kasus teror hewan misterius itu telah menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Dia mengaku, telah ada 14 kambing milik warga yang jadi korban. Teror itu terjadi di empat lokasi.
Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengungkapkan pihaknya belum mengetahui secara pasti hewan apa yang memangsa kambing ternak milik warga. Ia mengaku pihaknya masih melakukan investigasi.
Begitu pula dengan Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Retno Widyastuti. Dia mengaku belum mengetahui secara pasti wujud dari hewan tersebut.
“Kalau warga setempat mungkin sudah pernah lihat, ya. Tapi kalau menangkap belum pernah. Ahli dari UGM dan BKSDA saja belum bisa memastikan,” kata Retno, mengutip dari Liputan6.com pada Jumat (13/8).
Advertisement
Ciri-Ciri Hewan Misterius
Retno mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengungkap seperti apa wujud dari hewan misterius itu. Namun saat dia dan tim melakukan pemantauan hingga dini hari, hewan itu tak pernah muncul.
Ia menduga, hewan itu punya indera penciuman yang tajam sehingga mampu mendeteksi keberadaan manusia dari jarak jauh. Selain itu, Retno mengantongi petunjuk kalau hewan misterius itu suka mengambil jeroan dan tidak pernah memakan habis mangsanya.
Atas peristiwa ini, ia menyarankan agar masyarakat memindahkan kandang ternak ke dekat rumah atau ke dekat perkampungan. Selain itu memperkokoh kandang juga bisa menyulitkan hewan misterius itu memangsa ternak masyarakat.
Advertisement
Dugaan Sementara
Suroyo menduga, hewan misterius itu merupakan anjing yang dulunya digunakan warga untuk menjaga tanamannya dari serangan kera ekor panjang. Apalagi di sana, kera ekor panjang berkembang biak dengan pesat.
Namun setelah anjing itu dilepas ke alam liar, mereka kemudian beranak pinak. Ia memperkirakan anak-anak anjing itu telah tumbuh besar dan menjadi liar. Namun secara terpisah, Bambang mengaku masih akan menunggu laporan di lapangan.
“Biasanya serangan hewan sejenis anjing liar. Seperti kejadian-kejadian sebelumnya. Namun untuk lebih jelasnya, kami masih menunggu laporan dari tim lapangan,” kata Suroyo, mengutip dari Liputan6.com.