Ditolak 4 RS, Ini Cerita Imam Darto saat Kehilangan Kakaknya karena Covid-19

Belum lama ini, Imam Darto akhirnya mengungkapkan penyebab meninggalnya sang kakak. Ia menjelaskan jika kakaknya meninggal karena Covid-19.

Denny Marhendri
Oleh Denny Marhendri - Reporter
Ditolak 4 RS, Ini Cerita Imam Darto saat Kehilangan Kakaknya karena Covid-19
Ditolak 4 RS, Ini Cerita Imam Darto saat Kehilangan Kakaknya karena Covid-19. Instagram - Imam Darto

Presenter Imam Darto kini tengah berduka. Sang kakak, Djati Pramono, meninggal dunia pada 3 Juli 2021 lalu. Kabar tersebut diketahui dari foto yang diunggah di akun Instagram mantan penyiar radio tersebut. Dalam keterangan foto yang diunggahnya, Imam Darto juga mengenang jasa-jasa sang kakak di kehidupannya.

Belum lama ini, Imam Darto akhirnya mengungkapkan penyebab meninggalnya sang kakak. Ia menjelaskan jika kakaknya meninggal karena Covid-19. Berikut selengkapnya.

Penyakit Bawaan

Hal itu diungkapkan Imam Darto dalam video teleconfrence bersama Najwa Shihab yang diunggah di kanal Youtube Najwa Shihab pada Kamis (8/7). Dalam kesempatan tersebut, Imam Darto bercerita mengenai kronologi meninggalnya sang kakak.

Ternyata, kakaknya sudah mempunyai penyakit bawaan yaitu stroke dan diabetes. Saat gejala awal muncul, pihak keluarga masih berpikir bahwa gejala tersebut dikarenakan penyakit stroke-nya.

"Dua minggu sebelumnya dia ada stroke, gulanya tinggi. Cuma gejala ispanya seperti demam, batuk gitu tidak muncul, Walaupun dimonitor dokter tiap hari tapi asumsinya masih ke stroke itu nggak ada yang suspect ke covid-nya," ungkap Imam Darto.

Ditolak 4 Rumah Sakit

Setelah kondisinya semakin memburuk, penanganan pertama yang bisa dilakukan adalah membawanya ke rumah sakit. Namun, sayangnya ada empat rumah sakit yang menolaknya karena sudah terlalu penuh.

"Terus begitu napas tersengal-sengal dia diinfus nggak bisa, darah mengental, langsung dilarikan ke rumah sakit. Empat rumah sakit menolak," tambah Imam Darto.

Tak Tertolong

Setelah mengupayakan segala cara, kakak Imam Darto akhirnya bisa mendapatkan penanganan setelah menempuh satu jam perjalanan dari Cikarang, Jawa Barat ke sebuah rumah sakit di wilayah Kedoya, Jakarta Barat.

Sampai di rumah sakit, kakak Imam Darto baru bisa mendapatkan suplai oksigen 45 menit setelahnya. Sayangnya, kakak Imam Darto tak tertolong setelah diperiksa dan dibawa di ruang radiologi.

"Dibawa ke radiologi, masuk di dalam sekitar 2 menit langsung keluar kondisinya mungkin sudah tidak bernyawa," jelas Imam Darto.

"Itu IGD-nya mencekam bener-bener mencekam. Setelah kakak saya, saya dapat informasi bahwa ada 3 orang yang meninggal," tutur Imam Darto.

Rekomendasi