Terjadi Saat Gerimis, Ini Kronologi Jatuhnya Pesawat TNI AU di Yogyakarta

Pada Senin siang (7/12) sekitar pukul 12.50, warga dikejutkan dengan suara keras dari sebuah pesawat yang jatuh di landasan pacu Lanud Adisutjipto. Karena berada di dalam pagar, warga tak bisa mendekat untuk memberi pertolongan. Padahal di dalam pesawat ada dua pilot yang terjebak.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Terjadi Saat Gerimis, Ini Kronologi Jatuhnya Pesawat TNI AU di Yogyakarta
Ilustrasi Pesawat Tempur. ©2015 Merdeka.com

Senin siang (7/12) sekitar pukul 12.50, landasan pacu Lanud Adisutjipto Yogyakarta diguyur hujan gerimis. Seketika, warga dikejutkan dengan suara keras yang terdengar dari arah landasan.

Tak lama kemudian, banyak warga yang berteriak karena melihat pesawat yang jatuh. Beruntungnya, pesawat itu tidak jatuh di pemukiman warga, melainkan masih di dalam pagar area Lanud Adisutjipto.

“Saat kejadian cuaca gerimis. Tiba-tiba terdengar suara seng jatuh sebanyak dua kali,” kata Bayu, salah seorang warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi jatuhnya pesawat dikutip dari ANTARA.

Namun karena berada di dalam pagar area landasan pacu, para warga tak bisa mendekat untuk memberi pertolongan kepada para pilot yang terjebak di dalam pesawat. Padahal di dalamnya terdapat dua pilot yang masih terjebak.

Bagaimana nasib kedua pilot itu? Berikut selengkapnya:

Dilarikan ke Rumah Sakit

Begitu para warga kampung keluar rumah dan berjalan mendekat lokasi kejadian, terlihat kedua pilot itu sudah dibopong keluar pesawat. Salah satu pilot mengenakan seragam biru dan pilot satunya mengenakan seragam oranye.

Tampak pada pilot berseragam oranye wajahnya mengalami pendarahan. Selanjutnya kedua pilot dibawa dengan mobil kap terbuka ke arah selatan.

“Dibawa ke selatan. Sepertinya dua pilot itu dibawa ke RS Hardjolukito,” kata Bayu.

Ketika dikonfirmasi, Kadispen TNI AU Kolonel Pnb Indan Gilang menyebutkan kedua pilot TNI AU itu masing-masing Mayor Pnb Sekti Ambarwati (instruktur) dan Letda Adm Krisna Nugraha (siswa penerbangan).

Saat itu, mereka sedang melakukan latihan rutin menggunakan pesawat latih KT-1B Bee dengan nomor regristasi LL-0111 yang kemudian mengalami kecelakaan di ujung barat landasan pacu Lanud Adisutjipto.

Kedua Pilot Selamat

Walaupun mengalami kecelakaan fatal, Kolonel Gilang mengatakan bahwa kedua pilot itu dinyatakan selamat. Gilang menjelaskan kedua pilot itu mengalami kecelakaan saat melakukan pendaratan.

Setelah itu, kedua pilot segera menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter Rumah Sakit Pusat TNI AU Hardjolukito. Sementara itu pesawat yang mereka gunakan kondisinya rusak berat. Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan tim investigasi TNI AU.

“Pilot dan siswanya berhasil keluar dari pesawat dengan selamat. Demikian juga tidak terjadi kerusakan dan kerugian material dari personel di darat. Karena pesawat jatuh di area tanah kosong di dalam Lanud Adisutjipto,” terang Kolonel Gilang dikutip dari ANTARA pada Senin (7/12).

Rekomendasi