Ciptakan 'Penenang' di Masa Pandemi, Ini 4 Fakta Lagu Kmalasana Karya Dewa Budjana

Kmalasana merupakan karya pertama dari Naurora, album kolaborasi antara Dewa Budjana dengan beberapa musikus internasional ternama. Baru-baru ini, Dewa Budjana menceritakan tentang karya barunya yang sarat makna ini.

Denny Marhendri
Oleh Denny Marhendri - Reporter
Ciptakan 'Penenang' di Masa Pandemi, Ini 4 Fakta Lagu Kmalasana Karya Dewa Budjana
Dewa Budjana. Liputan6.com/Faizal Fanani

Pandemi memang membuat para musisi kehilangan job offair. Hal itu tentu membuat mereka kehilangan pendapatan. Sementara, job offair selama ini, termasuk andalan utama bagi para musisi.

Walau begitu, pandemi Covid-19 tak membuat Dewa Budjana, musisi kawakan Indonesia, berhenti berkreativitas. Dirinya baru saja mengeluarkan karya terbarunya yang berjudul "Kmalasana".

Kmalasana merupakan karya pertama dari Naurora, album kolaborasi antara Dewa Budjana dengan beberapa musikus internasional ternama. Baru-baru ini, Dewa Budjana menceritakan tentang karya barunya yang sarat makna ini.

Berikut fakta lagu baru Dewa Budjana yang mengandung makna 'penenang':

Ajak Musisi Internasional

Hal itu diungkapkan oleh Dewa Budjana dalam acara jumpa pers yang diadakan pada Rabu (21/10) secara virtual. Dalam kesempatan itu, Dewa Budjana menceritakan bahwa dalam proyek single "Kmalasana" ini, Ia mengajak Simon Phillips-drummer legendaris mantan personel band Toto, dan Carlitos Del Puerto-seorang bassis kelahiran Cuba, pemenang Grammy Awards.

“Awal-awal pandemi saya masih bisa menikmati nggak terlalu merasakan. Beberapa bulan lalu mulai merasa berat. Sampai lupa hari, lupa tanggal jadinya. Syukurlah kita masih bisa berkreasi,” jelasnya.

Energi Penenang

Sementara itu, terkait dengan single ini, Dewa Budjana menuturkan bahwa “Kmalasana” adalah sebuah hasil perenungan saat pandemi melanda dunia secara bersama. Tidak hanya perenungan, Dewa Budjana berharap bahwa energi dalam lagu ini bisa menjadi penenang para pendengar.

“Kmalasana terlahir dari cara kita menginterpretasi situasi kondisi alam saat ini. Suara, nada, dan harmoni yang keluar menjadi refleksi akan pandemi saat ini, dan diharapkan bisa menjadi penenang buat para pendengarnya,” ujar Dewa Budjana.

Melalui Label Musik

Album ini akan dirilis oleh Mehsada, label rekaman yang berbasis di Jakarta dan bagian dari Kakiatna Indonesia Group. Dani Rahadian, selaku CEO Mehsada menuturkan bahwa dengan “Kmalasana” sebagai rilisan pertama dari Mehsada, diharapkan ke depannya, label ini dapat lebih banyak membawa musik dengan nilai kedamaian serta ketenteraman kepada khalayak luas.

“Mehsada memiliki misi untuk melahirkan kembali kesyahduan yang kian menghilang di industri musik Indonesia,” ujar Dani Rahadian.

Akan Rilis Setiap Bulan

Setelah perilisan “Kmalasana”, Mehsada akan merilis tiga single lainnya dari Naurora setiap bulannya sampai dirilis pada Februari 2021.

“Kmalasana” akan segera tersedia di platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube sedangkan Naurora selain akan dirilis dalam bentuk digital, juga akan dirilis dalam bentuk CD, kaset, dan piringan hitam.

Rekomendasi